Penyelesaian Sertifikat Tanah Terdampak Tol Batang-Semarang di Kendal Baru 75 Persen, 249 Bidang Masih dalam Proses

Komisi II DPR RI saat mendampingi warga mendapatkan sertifikat sisa pelepasan jalan tol Batang-Semarang. Foto : vian/sigijateng.id

Kendal (sigijateng.id) – Dari 1.694 bidang tanah di Kendal yang terdampak pembangunan jalan tol Batang-Semarang. Ada 1.238 bidang yang sudah mengajukan penyelesaian sertifikat tanah dan 989 bidang sudah terselesaikan.

“Sisanya sebanyak 249 bidang masih dalam proses,” ujar Kepala Kantor Pertanahan BPN/ATR Kendal Agung Taufik Hidayat saat ditemui wartawan di ruang kantornya pada Rabu 12 Juni 2024.

Data fisik tanah yang terdampak tol Batang-Semarang ini perlu diperbaiki, dan menjadi tanggungjawab dari PPK jalan tol Batang-Semarang.

“PPK mengajukan pemohonan dan kami melaksanakan proses perbaikan tersebut dan hari ini sudah bisa diselesaikan sertifikat tanah milik warga Desa Ngawensari Kecamatan Ringinarum,” terangnya.

Dikatakan ada 5 bidang yang belum selesai dan 3 sertifikat diserahkan sementara ada  2 bidang  yang perlu perbaikan.

“Jadi yang 2 bidang tersebut tidak tersisa tanahnya karena sudah proses pelepasan namun warga masih menguasai tanah tersebut sehingga akan ditindaklanjuti dengan peninjaual di lapangan,” jelasnya.

Disampaikan, dua bidang tanah yang belum selesai tersebut yakni milik Sri Mudrikah dan Sugito. “Berdasarkan konfirmasi ke PPK dan di berita acara pelepasan, luas tanah sudah sesuai atau sama namun pemilik masih menguasai,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, anggota DPRD Propinsi Jawa Tengah Paramita Atika Putri yang turut mendampingi warga Desa Ngawesari ini mengatakan, dirinya melakukan pendampingan terhadap 25 warga yang terdampak pembangunan jalan tol.

“Hari ini tinggal sisa 5 bidang dan yang akan diserahkan baru 3 sertifikat karena ada 2 bidang yang belum selesai terkendala dokumen yang belum sesuai,” katanya.

Setelah menunggu bertahun-tahun, akhirnya warga yang terdampak jalan tol ini bisa menerima sertifikat. Rianah (57) salah satu warga Desa Ngawensari Kecamatan Ringinarum berterima kasih ada pendampingan dari Paramita Atika Putri.

Sebab sejak menerima uang pengganti, sertifikat atas sisa tanah yang dilepas bisa didapatkan. “Seneng juga akhirnya setelah menunggu 6 tahun sertifikat sisa tanah yang dilepas ke PPK jalan tol bisa diserahkan,” ucapnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini