Jalan Penghubung Antar Desa di Banyuputih Batang Putus, Imbas Tanah Longsor

Jalan Penghubung Antar Desa di Banyuputih Batang Putus, Imbas Tanah Longsor. Foto: Istimewa

Batang (sigijateng.id) – Jalan penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang putus akibat tanah longsor. Peristiwa itu terjadi tepatnya di jalan Penundan-Ketanggan, karena imbas rentetan bencana yang terjadi sejak Sabtu (16/3) lalu.

menyebut laporan yang diterimanya, “Kejadian ini pertama kali dilaporkan pada hari Sabtu malam. Saat itu, warga melaporkan adanya retakan dan ambles jalan desa dengan kedalaman sekitar 30 cm dan panjang sekitar 15 meter,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Batang Mohammad Fajeri.

Fajeri menjelaskan pada hari Selasa, pukul 14.25 WIB, kondisi semakin memburuk dengan amblasnya jalan hingga kedalaman sekitar 5 meter dan panjangnya mencapai 30 meter. Akibatnya, akses jalan penghubung antar desa pun terputus total.

Dampak tanah longsor ini dirasakan oleh masyarakat sekitar. Terlebih, bagi para pekerja di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) tidak dapat melintasi jalan yang terdampak, mempengaruhi mobilitas mereka untuk berangkat dan pulang.

“Selain itu, warga juga harus menempuh jarak yang lebih jauh dan lebih lama karena harus memutar melalui jalan alternatif,” jelasnya.

Fajeri menyebut bahwa kejadian ini juga menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar. Tanaman dan pohon di sekitar lokasi roboh, termasuk tiang-tiang telekomunikasi dan kabel yang ikut terseret.

“Warga yang bergantung pada kebun mereka juga terdampak, karena tidak dapat bekerja dan memetik hasil kebun mereka,” lanjut dia.

Atas kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Batang langsung merespons dengan melakukan serangkaian tindakan darurat.

Petugas BPBD melakukan koordinasi dengan instansi terkait, seperti Pemerintah Desa, Camat Banyuputih, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang.

Mereka juga telah memasang rambu peringatan dan menutup akses jalan yang berbahaya untuk dilalui.

“Kami terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan serta koordinasi lebih lanjut dengan semua pihak terkait untuk penanganan kejadian ini,”ucapnya.

Proses assessment lanjutan akan segera dilakukan untuk mengevaluasi dampak lebih lanjut dan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan.

Untuk sementara ini, data yang disampaikan oleh BPBD merupakan hasil dari berbagai sumber, termasuk pihak desa, kecamatan, warga setempat, dan observasi langsung. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini