Geger! Pria Tewas di Kos Batang Mulut Keluar Darah, Polisi Turun Tangan Lakukan Ini

Ilustrasi. Foto: pixabay.com

Batang (sigijateng.id) – Warga desa Kalibeluk Kecamatan Warungasem Batang digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria dalam kondisi sudah tidak bernyawa di depan kamar kos. Korban tersebut tewas dengan kondisi mulut keluar darah, Jumat (14/6/2024).

Pihak kepolisian yang mendapatkan laporan langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah kejadian perkara. Jenazah kemudian langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Batang AKP Imam Muhtadi saat diminta konfirmasi terkait kejadian tersebut menyatakan belum bisa menyimpulkan penyebab kematian. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan di RSUD Kalisari Batang.

“Belum, tim masih di lapangan dan melakukan penyelidikan,” kata AKP Imam saat dihubungi melalui sambungan telepon.

“Sementara kami dalami, saat ini korban kami bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan apa yang menyebabkan korban meninggal dunia. Ya, ada bercak darah akan kami dalami itu,” imbuhnya.

Pihak polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk di antaranya istri korban. “Ini sementara masih pemeriksaan saksi-saksi, warga dan istrinya, kami dalami dulu,” jelas Imam.

Polisi juga berencana untuk mengautopsi jenazah korban. Hal ini untuk mengetahui penyebab pasti tewasnya korban seorang pria bernama Rudi warga Kromoeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan itu.

Diperoleh informasi, mayat pria bernama Rudi tersebut ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB. Mayat Rudi ditemukan oleh istrinya A (32) yang kembali ke kos tersebut usai sempat beberapa hari pulang ke rumah orang tuanya di Talun, Kabupaten Pekalongan.

“Kondisinya tersungkur, ada darah di mulutnya. Saya dapat informasi itu dari adik saya (istri korban), saya langsung ke sini,” kata Masruri (37) kakak ipar korban, kepada wartawan di lokasi kejadian,

Masruri menyebut pada Kamis (13/6) sekitar pukul 22.00 WIB, Rudi sempat mengabari istrinya untuk mengambil uang di tempat kos. Namun karena sudah malam, istrinya memutuskan untuk pagi-pagi datang ke tempat kos tersebut.

“Semalaman jam sepuluh, mengabari untuk ngambil uang. Karena sudah malam akhirnya pagi, ternyata sudah menemukan seperti itu,” katanya.

Masruri membenarkan istri korban memang sempat pulang ke rumah orang tuanya di Pekalongan. Namun dia menegaskan tidak ada masalah antara Rudi dengan istrinya.

“Ya biasa, kalau kangen sama orang tuanya pulang, baru kembali ke tempat kos lagi. Biasanya berdua menempati kos,” katanya.

“Terakhir WA-nan ya semalam itu, istrinya mau ambil uang. Aslinya semalam tapi akhirnya pagi,” imbuhnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini