Daerah Ini Rawan Kecelakaan, Satlantas Polres Batang Proaktif Pasang Rambu Petunjuk

Satlantas Polres Batang memasang rambu petunjuk di daerah rawan kecelakaan di jalan lingkar beton Surodadi Gringsing. Foto: Istimewa

Batang (sigijateng.id) – Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Batang melakukan langkah proaktif guna meningkatkan keselamatan bagi para pengguna jalan terutama saat berkendara di jalan raya.

Upaya tersebut yakni dengan pemasangan rambu-rambu petunjuk yang dipasang di jalan lingkar beton Surodadi Gringsing. Seperti diketahui, di sepanjang ruas jalur jalan tersebut merupakan daerah rawan kecelakaan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap pengendara menyadari bahwa jalur lingkar beton Surodadi memiliki kemiringan dan panjang yang signifikan yang membutuhkan perhatian ekstra,” kata AKP Wigiyadi Kasat Lantas Polres Batang kepada awak media, Senin (25/3).

Pihaknya, menekankan pentingnya rambu ini sebagai pengingat bagi pengendara. Rambu-rambu ini tidak hanya berfungsi sebagai penanda visual, tetapi juga sebagai pengingat akan kondisi jalan yang berpotensi berbahaya.

“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kesadaran dan keselamatan berkendara,” tegas Wigiyadi.

Satlantas Polres Batang berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.

“Kami mengharapkan kerjasama dari semua pengguna jalan, termasuk pengendara dan pejalan kaki, untuk mematuhi rambu-rambu yang telah kami pasang. Dengan tanggung jawab bersama, kita dapat meminimalisir risiko kecelakaan,” tandasnya.

Disinggung terkait persiapan jelang menghadapi Operasi Ketupat Candi 2024 dan arus mudik Lebaran tahun ini, Polres Batang terus menyiapkan kesiagaan personal dan pentingnya infrastruktur.

“Kesiapan personil dan infrastruktur ini penting terlebih jelang operose ketupat Candi 2024 dan arus mudik lebaran tahun ini,” terang dia.

“Hampir 80 persen dari 40 personil akan kami libatkan untuk pengamanan,” lanjutnya.

AKP Wigiyadi juga menyoroti blackspot di Kabupaten Batang. Berdasarkan kejadian laka yang menyebabkan kematian lebih dari satu orang, dua blackspot utama telah ditandai jalur tol dan jalur arteri pantura.

Faktor human error menjadi penyebab utama kecelakaan, terutama karena pengemudi tidak mematuhi rambu dan tidak menggunakan gigi rendah saat diperlukan.

Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang diperkirakan mencapai 190 juta orang pada tanggal 5-9 April 2024, akan diberlakukan one-way nasional. “Dampaknya akan terasa di pantura, terutama di kota, dimana kami akan melakukan beberapa rekayasa lalu lintas,” paparnya.

Dirinya berharap arus mudik Lebaran dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat. Tetap patuhi rambu lalu lintas dan selalu prioritaskan keselamatan di jalan. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini