Catatan di Penghujung Hari Tasyriq dari Tanah Haram

KH Abdullah Haidar (tengah) saat makan bersama di rumah Syeh Toha Abdul Malik Mandura brsama sahabat dan kerabat. Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah. (foto dok probadi)

Oleh : Abdullah Haidar

SIGIJATENG.ID – Hari ini Rabu, 19 Juni 2024  bagi yang berada di Mekah adalah hari terakhir tasyrik atau hari tasrik ketiga, atau tanggal 13 Dzulhijah.

Hari tasyrik terakhir kita diperintahkan mengumandangkan takbir, tepatnya asar nanti. Dan sekaligus juga menjadi hari terakhir waktu menyembelih qurban.

Namun bagi umat Islam di Indonesia, hari tasyrik ketiga jatuh hari Kamis 20 Juuni 2024. Pasalnya, tahun 1445 H ini,  tanggal 1 Dzulhijah di Arab Saudi lebih dahulu 1 hari dibanding di Indonesia.

Bagi Jemaah haji, semua jamah haji dipastikan meninggalkan Mina pada hari ini.  Bagi yang ambil Nafar Awal, Selasa kemarin sudah Kembali ke kota Mekkah. Sedangkan yang Nafar Tsani, hari ini Rabu ini baru meninggalkan tanah Mina.

Hari Tasyrik ini adalah hari yang memiliki beberapa keutamaan dalam Islam, antara lain:

1, Hari Makan dan Minum: Rasulullah SAW bersabda, “Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah” (HR. Muslim).

Ini menunjukkan bahwa  umat Islam dianjurkan untuk  menikmati nikmat Allah dengan penuh rasa syukur.

2, Larangan Berpuasa: Pada hari-hari Tasyrik, berpuasa dilarang kecuali bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji tamattu dan tidak mampu menyembelih hadyu (hewan kurban).

3, Dzikir dan Doa: Disunnahkan untuk memperbanyak dzikir, terutama takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih. Hal ini sesuai dengan anjuran untuk selalu mengingat Allah dalam setiap kesempatan.

4, Penyembelihan Kurban: Penyembelihan hewan kurban masih diperbolehkan dan dianjurkan hingga akhir hari Tasyrik, yaitu sampai matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah.

Mari kita manfaatkan momen ini untuk mempererat silaturahmi di antara kita.

Silaturahmi adalah salah satu cara untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW mengajarkan kita bahwa menjaga hubungan baik dengan sesama adalah bagian dari ibadah yang sangat mulia.

Semoga kita semua diberi kemudahan oleh Allah sebagai orang yang menjaga silaturahm. Dan dimudahkan untuk datang ke Mekah dan Madinah melaksanakan Haji Umrah dan ziarah Nabi. (*)

*KH Abdullah Haidar akrab disapa Gus Abdar adalah Pengasuh Ponpes Al Amanah Desa Weding Kecamatan Bonang Kabupaten Demak.

Disclaimer: Artikel ini adalah pendapat penulis berupa pernyataan mengenai suatu objek yang disampaikan guna menyampaikan atas apa yang sudah dilihat dan dirasakan. Semuanya yang muncul menjadi tanggung jawa ada di penulis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini