Bulu Tangkis Jateng Hanya Bidik Satu Emas di PON XXI 2024, Basri Yusuf Sampaikan Alasan

Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng Akhmad Khafidz Basri Yusuf. ( foto dok koni jateng)

SEMARANG (sigijateng.id) – Cabang bulu tangkis  Jawa Tengah membidik 1 emas di PON XXI Aceh-Sumut yang akan berlangsung, September 2024 mendatang, meskipun Jateng bermaterikan mayoritas pemain klub besar PB Djarum Kudus. Pada PON XXI 2024 ini, atlet yang boleh turun adalah kelompok U-21 dan  bukan penghuni Pelatnas.

Ketua Umum Pengprov PBSI Jateng Akhmad Khafidz Basri Yusuf mengatakan PON XXI 2024 PBSI Jateng hanya menargetkan satu medali emas. Medali emas tersebut diharapkan dari sektor putra.

“Kami menyiapkan 26 pemain yang masuk longlist untuk proyeksi PON. Namun hingga masa entry by name nantinya, tinggal 14 pemain (7 atlet putra, 7 atlet putri),” kata Basri Yusuf saat menghadiri babak final Kejuaran Graha Padma Walikota Cup 2024 di GOR Graha Padma, Semarang, Sabtu 15 Juni 2024.

Optimisme meraih emas, ujar Basri, merujuk pada potensi Jateng yang memiliki sejumlah pemain andalan. Salah satu andalannya adalah Mohamad Zaki Ubaidillah, yang kni sudah malang melintang di berbagai kejuaraan dan bertabur prestasi nasional.

Pada tahun 2023 lalu, Ubaidillah bersinar usai sukses merengkuh  enam gelar juara, baik nasional maupun internasional. Pada level nasional,  pemain yang akrab disapa Ubed itu berjaya dengan menjuarai Sirkuit Nasional A Jawa Barat, Sirkuit Nasional A Jawa Timur, Sirkuit Nasional A Banten, serta dua turnamen di akhir tahun, Sirkuit Nasional Premier DKI Jakarta dan Kejuaraan Nasional PBSI Perseorangan 2023.

Ubed juga menempati  posisi semi finalis Dutch Junior Grand Prix serta Malaysia Junior International Challenge 2023.

”Kami memandang target satu emas adalah hal yang realistis. Peluang bisa di tunggal putra atau beregu putra. Salah satu pemain yang kami andalkan adalah Ubed. Dia juga bakal turun di  Asia Junior Championships di Yogyakarta bersama atlet pelatda lain,” beber legenda bulu tangkis Indonesia itu.

DItanya soal peta kekuatan bulu tangkis, manurut Basri peta rivalitas di PON diprediksi masih pada provinsi Jabar dan DKI Jakarta. Dengan kondisi lapangan seperti itu, Jateng menjadikan kedua provinsi ini menjadi ancaman terberat.

”Sesuasi aturan PB PON, pemain yang turun di PON adalah kelompok U-21 dan  bukan penghuni Pelatnas. Jadi lebih kompetitif,” tandas mantan pelatih yang pernah memoles Hariyanto Arbi dan Denny Kantono itu.

Manajer Pelatda PON Bulutangkis Pujiasto menambahkan, para pemain elit dari  26 pemain Jateng  yang masuk longlist tengah ditempa di Jakarta. Untuk kelolompok putra digembleng di Kedoya, sedangkan putrinya Petamburan.

Mereka dilatih oleh beberapa pelatih yakni Dionysius Hayom Rumbaka, Hadi Saputra, Engga Setiawan dan Lukman Hakim.

”Sejauh ini belum ada kendala yang berarti. Anak-anak masih menjalani latihan, dan kami kira tim yang berangkat ke PON adalah tim terbaik yang kami punya,” ungkapnya. Pujiasto juga mengatakan bahwa bulut tangkis tak ingin memasang target muluk-muluk atau berandai-andai di PON. Dia memprediksi, persaingan di PON nanti bakal ketat, apalagi provinsi seperti Jabar dan DKI Jakarta juga menyimpan pemain berbakat.  (aris)

Berita Terbaru:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini