Bejat, Rudapaksa Putri Kandung Sendiri Berkali-kali, Pria Ini Terancam 15 Tahun Penjara

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Pati (sigijateng.id) – Sungguh bejat kelakuan seorang ayah yang tega berbuat asusila dan menodai anak kandungnya hingga berkali-kali, menghebohkan masyarakat Kabupaten Pati. Kasus itu mencuat setelah Polresta Pati berhasil mengungkap perkara tersebut.

Tragisnya, aksi bejat pelaku ini berkali-kali dalam kurun waktu satu tahun lebih yakni sejak Maret 2023 hingga Juni 2024. Pelaku kini berhasil ditangkap polisi dan mendekap di sel tahanan Mapolres setempat.

Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol M Alfan Armin mengatakan, polisi mengetahui perbuatan bejat pelaku, setelah mendapat laporan dari paman dan ibu korban pada pekan lalu. Pelaku melakukan rudapaksa terhadap korban saat masih berusia 17 tahun.

Dari keterangan pelaku, ia memuluskan aksinya dengan mengajak korban berjualan ke pasar di wilayah Pati Kota.

”Bukannya ke pasar, justru korban dibawa ayahnya ke sebuah hotel di Kota Pati. Korban sempat menolak, namun pelaku mengancam korban bakal membunuh ibunya bila menolak ajakan ayahnya itu,” kata Kasat Reskrim, Selasa (9/7).

Tak hanya itu saja, pelaku juga mengancam bakal menceraikan ibunya jika krban nekat melaporkan hal itu kepada paman korban. Selain di hotel, perbuatan menyetubuhi korban juga dilakukan di rumah pelaku dan korban.

Parahnya lagi, pria berusia 49 tahun ini juga mengajak putrinya mendatangi klinik kesehatan untuk melakukan suntik KB dengan maksud agar korban tidak hamil.

Menurut Alfan, korban sudah disuntik enam kali sejak Maret 2023 lalu berdasarkan catatan pihak klinik yang didatangi pelalu. Korban dipaksa suntik KB setiap tiga bulan sekali.

”Tersangka mengaku mengancam dan menyetubuhi korban berkali-kali. Selain itu, korban juga dibawa tersangka untuk suntik KB sebanyak 6 kali, setiap 3 bulan,” papar Alfan.

Alfan menambahkan, pelaku sudah ditetapkan tersangka dan dijerat Undang-undang tentang Perlindungan Anak. Pasal yang disangkakan pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 UU nomor 17 2016 tentang Penetapan Perpu nomor 1 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Atas perbuatannya, tersangka kini sudah mendekam di sela tahanan, Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini