Banjir di Demak Wilayah Kota Disedot Pompa Air, Bupati Eisti’anah : Sudah Turun Sekitar 5 Cm

Bupati Demak, Eisti'anah, saat melakukan pengecekan di dua lokasi tempat penyedotan banjir, Rabu (20/3/2024). Foto: Dok. Prokompim Demak

Demak (sigijateng.id) – Bupati Demak Eisti’anah terus melakukan pengecekan mesin pompa penyedot banjir di Demak wilayah kota. Yakni di titik Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam, dan Kelurahan Singorejo, Kecamatan Wonosalam.

Ia menuturkan bahwa penyedotan banjir tersebut sudah berlangsung sejak tiga hari ini. Ia menerangkan kondisi banjir di Demak wilayah kota saat ini sudah turun sekitar 5 centimeter.

“Tadi kami memonitor mesin pompa yang dioperasikan di Singorejo dan di Karangrejo. Di Karangrejo kita sudah berusaha dua hari,” ujar Bupati Eisti’anah di Balai Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Rabu (20/3/2024).

Ia menuturkan bahwa kondisi proses penyedotan air terkendala teknis. Bahkan ia menyebutnya sebagai hal yang aneh lantaran mesin mati. “Untuk mesin pompa ini anehnya, untuk mesin pompa ini aksesnya, dioperasikan mati terus,” jelasnya.

“Nah, ini tadi operatornya sedang perjalanan menuju lokasi untuk memperbaiki, dan tentunya kita akan tambah dengan mesin alkon,” terang Eisti’anah.

Diterangkan jika kondisi di lapangan terkendala mesin susah ditarik dan sering mati. Yakni hingga menyebabkan mesin pompa terperosok.

“Yang di Singorejo itu kan kita buang ke Kali Jajar, yang di Karangrejo kita buang ke Sungai Tuntang Kontrak itu, anehnya memang terkendala. Kami sudah beroperasi terkendala dengan nariknya itu, terkendala terperosok mobil pompanya, kemudian mobil pompanya di situ tiba-tiba mati, tidak bisa beroperasi,” terangnya.

“Nah ini kendala-kendala teknis atau non teknis, yang mempersusah sampai sekarang, tadi pagi,” imbuhnya.

Ia menerangkan bahwa penyedotan di dua lokasi tersebut dilakukan secara bergantian. “Kemudian yang di Singorejo, sudah ada mobil pompa satu. Kemudian alkon ada 4 dan mesin pompa yang kita pinjam dari Tambakroto itu 4 biji juga,” ujarnya.

“Bergantian beroperasi sejak sudah sekitar dua harian ini,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengintruksikan BPBD untuk penyedotan banjir dibuang ke Sungai Tuntang Kontrak. Ia menyebut kondisi Sungai Jajar saat ini masih penuh, dari hulu dan hilirnya.

“Ini tadi setelah kita lihat posisi kota sudah mengalami penurunan sekitar 5 cm. Tadi kita instruksikan kepada BPBD untuk mengeluarkan semua mesin pompanya, kita carikan tempat, mungkin lebih dioptimalkan yang kita buang ke Sungai Tuntang Kontrak, karena itu debitnya yang masih kecil,” terangnya.

“Kalau dibuang di Sungai Jajar, tadi kita lihat ke hulunya juga masih penuh, ke hilirnya juga penuh. Kami takutnya juga limpas nanti ke hilirnya. Sehingga tidak bisa kita optimalkan hanya di posisi Singorejo saja,” ujarnya.

Ia menerangkan bahwa kendala banjir di Demak wilayah kota ini lantaran tidak ada saluran pembuangan. Selain itu juga wilayah yang paling rendah dari lokasi-lokasi lain yang terdampak jebolnya tanggul.

“Karena memang kondisi banjir di Demak kota ini, memang selain tidak ada pembuangan. Ini juga daerah Demak kota ini kan terendah dibandingkan aliran yang dari Merak. Jadi ini efek dari jebolnya dari Bugel,” tuturnya.

Ia menerangkan bahwa kondisi Sungai Bugel di Grobogan debitnya sudah turun. Apalagi, sudah dilakukan upaya penutupan tanggul.

“Bugel posisi dua hari yang lalu sore, saat kunjungan Pak Kepala BNPB kami melihat di Merak itu sudah kering, kemudian di Bugel debitnya turun sekitar 5500 m³/detik,” ujarnya.

“Dan ini proses penutupan di Bugel, BBWS dibantu oleh pasukan TNI. Kemudian insyaAllah kalau dilaksanakan sehari dua hari ini akan tertutup,” terangnya.

Ia khawatir jika Sungai Bugel tidak segera tertutup dan debit air tinggi akan berdampak ke Demak lagi.

“Yang ditakutkan kalau memang masih ada debit air yang tinggi, Tanggul-tanggul yang ada di Merak, Sidomulyo, Ngemplik, dan di Tambirejo itu juga akan limpas lagi,” terangnya.

“Air limpasan yang kemarin dari merak itu masuk ke sungai Jajar dan Tuntang. Sehingga sungai yang ada di Kabupaten Demak ini penuh dan meluber ke permukiman masyarakat yang ada di Demak kota,” tambahnya. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini