Abdul Hamid Sebut Jateng Berpeluang Besar Menduduki Peringkat Empat PON XXI 2024 Aceh-Sumut

Acara Coffe Morning KONI Jateng, Rabu (5/6/2024). ( foto aris/sigijateng)

SEMARANG (sigijateng.id) – Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul  Hamid meyebut Jateng berpeluang besar nangkring diperingkat empat di ajang PON XXI 2024 Aceh-Sumut September mendatang, Untuk bisa meringsek peringkat tiga sangat sulit.

“Jika melihat kekuatan atlet dan hasil Babak Kualifikasi PON, menurut saya Jawa Tengah berpeluang besar bisa meriah peringkat 4 PON  XXI Aceh-Medan,” kata  Abdul Hamid di acara Coffee Morning bersama sejumlah awak media, di Kantor KONI Jateng, Komplek GOR Jatidiri, Semarang, Rabu (5/6/2024).

Ikut hadir dan menjadi pembicara dalam Coffee Morning ini beberapa pengurus KONI Jateng, antara lain Ketua Umum KONI Jateng Bona Ventura, Waketum II KONI Jateng Dr Soedjatmiko, Waketum IV KONI Jateng Amir Machmud, Waketum V KONI Jateng Soedarsono, serta dari Biro Kesra Provinsi Jateng Woro Boedisayekti. Acara dipandu Darjo Sojat dan Sigit Pramono, selaku Bidang Humas KONI Jateng.

Peringkat 4 PON XXI Aceh-Sumut bisa diraih, kata Abdul Hamid, dengan syarat jika semua cabor bisa meraih medali sesuai dengan yang ditargetkan awal. Tentu harus bekerja keras, karena provinsi lain tentu juga berusaha untuk merebut medali emas sebanyak mungkin. Provinsi lain yang perlu diwaspadai Jawa Tengah antara lain Bali, Kalimantan Timur, serta tuan rumah Aceh dan Sumut. Pengalaman di PON Papua bisa menjadi Pelajaran bagi Jawa Tengah, dimana saat itu kita harus kalah di bawah tuan rumah Papua dan Bali.

“Saat PON XX Papua, kita hanya kalah 1 emas dengan Bali. Pperolehan medali perak dan perunggu kita lebih jauh lebih banyak, namun peringkat Jawa Tengah di bawah Bali,” ungkap Abdul Hamid yang juga ketua FPTI (panjat tebing) Jateng.

Dia berharap, semua pengurus pengprov cabor, atlet, pelatih dan official konteng Jawa Tengah terus focus dan bersungguh-sungguh berlatih menghadapi PON XXI mendatang. Dan nantinya bisa meraih medali emas sesuai yang ditargetkan KONI dan bahkan juga sesuai dengan yang ditargetkan masing-masing cabor. Jika itu berhasil maka Jateng akan bisa nangkring diperingkat keempat, menggeser Papua dan Bali.

“Untuk  bisa naik ke peringkat tiga sulit. Sulit menggeser Jabar, Jabar dan Jatim. Kekuatan Jateng memang kalah dari tiga provinsi itu, baik jumlah atlet ataupun anggaran,” terang politisi PKB ini.

Disisi lain, dia juga berharap, usulan pengurus KONI Jateng ke Pemprov Jateng soal nomial bonus atlet peraih medali emas PON XXI sebanyak Rp 250 juta setiap keping emas untuk cabor perorangan bisa disetujui gubernur. Setidaknya, bonus untuk bisa menambah motivasi para atlet. Jumlah itu sudah lumayan besar, meski provinsi lain ada yang lebih banyak dari nominal tersebut.

“Kalau kami, dari dewan, setuju dengan usulan (Rp 250 juta) tersebut. Kalau dikurangi tidak mungkin, kalau memungkinkan ditambah itu lebih baik. Tetapi harus melihat kondisi anggarannya,” katanya.

Sementara, Ketua Umum KONI Jawa Tengah, Bona Ventura Sulistiana mengatakan, salah satu upaya agar Jateng bisa memperbaiki peringkat PON XXI Aceh-Sumut, adalah KONI Jaeng intens melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) kepada semua cabor yang melakukan Pelatda.

Pada PON XX Papua, Jawa Tengah berada di posisi keenam, di PON XXI mendatangkan bisa lebih baik.

Dalam paparannya Bona menyatakan, pihaknya bertekad untuk mengembalikan kejayaan olahraga Jateng di ajang PON nanti. Dengan bekal hasil babak kualifikasi PON yang bagus, dia yakin peringkat Jateng akan kembali naik.

”Saat ini kami mengerahkan seluruh kekuatan yang kami punya, mulai dari pendanaan, pendampingan, serta hal-hal non teknis lainnya. Kami hanya ingin mempersembahkan yang terbaik bagi Jateng,” kata Bona.

Bona juga berterima kasih kepada wartawan yang sudah meliput dan memberitakan semua kegiatan cabor dan atletnya. Pemberitaan tersebut akan makin menambah semangat mereka untuk meraih prestasi tertingginya.

”Dengan tersosialisasinya Pelatda ini, keluarga para atlet akan bangga. Para atlet pasti termotivasi untuk memperoleh hasil terbaik untuk Jateng,” imbuhnya.

Sementara itu, Soedjatmiko menjelaskan, program Pelatda sebenarnya sudah dilakukan sejak Februari lalu. Setidaknya ada 600 atlet , 97 pelatih, 60 asisten pelatih yang melakukan Pelatda Sentralisasi ini.

Menurut data yang dia punya, 60 persen Pelatda dilakukan di Kota Semarang. Sisanya dilakukan di Surakarta, Salatiga, Kudus, dan beberapa tempat lainnya. Beberapa cabor juga menjadwalkan try out di dalam maupun luar negeri.

”Tim pendukung pelatda juga sudah mulai bekerja. Seperti psikolog dan tim kesehatan. Yang lebih menarik, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana, juga akan ikut melaksanakan Monev. Ini dipastikan akan memacu motivasi para atlet,” tukas dia. Soedjatmiko berharap, kerja keras seluruh pengurus KONI akan diimbangi dengan semangat berlatih dan bertanding dari para atlet di masing-masing cabor. Dia menegaskan, bukan medali yang menjadi tujuan akhir, namun prestasi yang utama.

Klasemen Medali PON Papua 2021, Peringkat 1 sampai 10.

1. Jawa Barat: 133 emas, 105 perak, 115 perunggu

2. DKI: 110 emas, 91 perak, 100 perunggu

3. Jawa Timur: 110 emas, 89 perak, 88 perunggu

4. Papua: 93 emas, 66 perak, 102 perunggu

5. Bali: 28 emas, 25 perak, 53 perunggu

6. Jawa Tengah: 27 emas, 47 perak, 64 perunggu

7. Kalimantan Timur: 25 emas, 33 perak, 42 perunggu

8. Riau: 21 emas, 25 perak, 21 perunggu

9. NTB: 15 emas, 11 perak, 12 perunggu

10. Lampung: 14 emas, 10 perak, 12 perunggu

(aris)

Berita Terbaru:

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini