2 Oknum Wartawan Ditetapkan Tersangka, Polisi Dalami Keterlibatan Oknum LSM Buntut Dugaan Pemerasan Kepsek SD Negeri

Ilustrasi. Foto : pixabay.com

Kendal (sigijateng.id) – Pemeriksaan kasus dugaan pemerasan oleh oknum wartawan dan oknum LSM terhadap Kepala Sekolah SD di Kendal terus berjalan. Polisi telah memeriksa baik korban,saksi maupun terlapor. Hingga akhirnya, dua oknum wartawan ditetapkan tersangka.

Kasi Humas Polres Kendal, Ipda Deni Herawan saat dimintai konfirmasi terkait itu mengatakan polisi telah berkoordinasi dengan saksi ahli pidana dan bahasa beberapa waktu lalu. Sat Reskrim Polres Kendal dan Unit 3 telah melakukan gelar perkara pada Rabu (12/06/2024).

“Kemarin Rabu (12/06/2024), Satreskrim Polres Kendal dari unit 3 melakukan gelar perkara lagi untuk meningkatkan status dua oknum wartawan menjadi tersangka dan yang satu oknum masih sebagai saksi yang saat masih dilakukan pendalaman,” kata Ipda Deni, Kamis (13/6).

Dijelaskan, kedua tersangka dijerat dengan pasal 369 ayat 1 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman hukuman 4 tahun. “Yang ditetapkan sebagai tersangka itu inisialnya P dan R. Kalau yang masih sebagai saksi itu Z,” jelas Ipda Deni.

“Kedua tersangka dijerat dengan pasal 369 ayat 1 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 4 tahun. Dalam waktu dekat ini polisi akan memanggil kembali kedua tersangka untuk diperiksa. Untuk melengkapi BAP,” imbuhnya.

Meski sudah ada penetapan tersangka dari polisi, namun hingga kini belum ada proses penahanan, oknum wartawan dan LSM tersebut dan masih dikenakan wajib lapor. “Ketiganya masih dikenakan wajib lapor. Jadi tiap hari absen atau wajib lapor ke unit 3,” tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dua oknum wartawan dan seorang oknum LSM ini ditangkap warga dan Polsekl Weleri sesaat setelah menerima uang Rp 4,5 juta dari aksi pemerasan terhadap Kepala SD Negeri 3 Sidomukti Weleri.

Ketiga oknum ini diduga melakukan pemerasan terkait laporan pihak sekolah memotong bantuan PIP.  Pelaku mendatangi sekolah dan mengancam akan melaporkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal serta aparat hukum. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini