2 DPO Ditangkap Kejati Jateng, Salah Satunya Warga Kendal yang Alami Kecelakaan di Solo

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Semarang (sigijateng.id) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah berhasil menangkap dua orang buronan atau yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Salah satunya yang diamankan usai kecelakaan motor di Solo.

DPO yang ditangkap bulan Juni itu adalah Mokhamadzahli dan Muljaningrum Widiastuti. Untuk DPO atas nama Muljaningrum, pada 31 Mei 2024 lalu sempat mengalami kecelakaan di Solo saat mengendarai motor.

“Satu bisa diamankan di Solo setelah kecelakaan dan dirawat di rumah sakit,” kata Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng, Sunarwan kepada wartawan, Rabu (19/6/2024).

Sunarwan mengatakan, perempuan yang merupakan DPO tersebut sempat mengganti identitas secara ilegal. Namun ketika kecelakaan dia menggunakan BPJS dan masih harus menggunakan identitas asli sehingga terdeteksi.

“Dia pakai BPJS, tidak berubah namanya. BPJS sesuai identitas. Saat di Solo pakai nama lain. Saat gunakan BPJS terdeteksi oleh kita,” jelasnya.

Tim tangkap buronan (Tabur) kemudian mendatangi DPO yang mengalami patah rusuk itu. Kemudian setelah kondisi membaik, DPO dibawa ke Kejari Kendal. “Kami tunggu sampai tanggal 10 Juni, kemudian kami bawa ke Kendal,” ujarnya.

Sunarwan menjelaskan, Muljaningrum mangkir saat dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan kasus tindak pidana korupsi kredit fiktif pada PD. BPR BKK Kendal tahun anggaran 2013-2024. Dalam kasus itu saudaranya, Martiningrum Nugrohowati sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Itu terkait kredit fiktif BPR BKK Kendal. Permintaan ke kita dua orang tapi dipanggil jadi saksi nggak pernah datang,” jelasnya.

Dijelaskan untuk DPO Mokhamad Zahli, diamankan pada 5 Juni 2024 di wilayah Kelurahan Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Dia dipidana terkait penyalahgunaan kas Sekretariat Daerah Rembang tahun anggaran 2005.

Dalam kasusnya, berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI nomor: 1129/K/Pid.Sus 2009 tanggal 18 Februari 2010 juncto Nomor: 376/Pid/2008 PT Smg tanggal 21 Januari 2009 juncto Nomor: 13/Pid.B/2008/PN.Rbg tanggal 5 Agustus 2008. Akibat perbuatannya mengakibatkan kerugian negara Rp823.486.620.

Sunarwan mengatakan sejak Januari hingga Juni 2024, total ada 10 DPO yang dibekuk tim tabur. Masih ada 75 DPO lain yang diburu yang terdiri dari 39 kasus pidana khusus dan 36 pidana umum. “Kami imbau lebih baik pihak-pihak ini menyerahkan diri!” tegasnya.

Terpisah, Kasi Intel Kejari Kendal Langgeng Prabowo saat dikonfirmasi juga membenarkan bahwa salah satu saksi atas nama Muljaningrum Widiastuti sudah diamankan. Meski begitu pihaknya masih menunggu perkembangan terbaru, sebab masih ada 1 DPO yang belum tertangkap.

“Kami masih menunggu perkembangan yang baru, sebab masih ada 1 DPO yang belum tertangkap. Dalam kasus ini kita juga meminta bantuan satgas tabur pusat,” kata Bowo. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini