1 DPO Tersangka Kasus Kredit Fiktif di Kendal Serahkan Diri, Kini Ditahan Di Lapas Kelas II A Perempuan Semarang

MN, Tersangka DPO Tindak Korupsi Kredit Fiktif PD BPR BKK Kendal Menyerahkan Diri. Foto: Istimewa

Kendal (sigijateng.id) – Satu orang tersangka yang dinyatakan DPO oleh Kejaksaan Negeri Kendal akhirnya menyerahkan diri pada Jumat (21/6) sekira pukul 13.00 WIB. Tersangka MN yang merupakan kakak kandung dari MW sempat menjadi buron.

MN bersama adiknya MW terlibat kasus perkara tindak pidana korupsi kredit fiktif PD BPR BKK Kendal Kota Jawa Tengah. Sebelumnya, MW yang merupakan adik dari MN terlebih dahulu diamankan petugas Kejati Jateng setelah mengalami kecelakaan di Solo beberapa waktu lalu.

Menurut informasi yang diterima, tersangka MN menyerahkan diri di kantor Kejaksaan Negeri Depok pada Kamis 20 Juni 2024 sekira pukul 19.00 WIB. Selanjutnya, Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok berkoordinasi dengan Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kendal.

“Setelah dipastikan kesesuaian dan kebenaran identitas DPO , selanjutnya tersangka diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kendal dan tiba di Kantor Kejaksaan Negeri Kendal pada hari Jumat tanggal 21 Juni 2024 sekira pukul 01.00 WIB,” seperti dikutip dari pers rilis Kejari Kendal yang diterima.

Penetapan tersangka merupakan tindak lanjut dari penyidikan dalam dugaan Tindak Pidana Korupsi Kredit Fiktif pada PD BKK Kendal Kota pada tahun anggaran 2013 hingga tahun 2014. Sedangkan terpidana atas nama Muldiman saat ini perkaranya sudah putus dan sudah berkekuatan hukum tetap.

Tersangka selaku Kasi Pemasaran PD. BKK Kendal Kota Cabang Weleri bersama-sama dengan Muldiman selaku Pimpinan PD. BKK Kendal Kota Cabang Weleri, Kendal telah melakukan pencairan kredit terhadap 61 (enam puluh satu) pengajuan kredit tahun 2013-2014.

“Semua di lakukan dengan pola yang sama yakni tidak di ajukan secara langsung, tidak ada pemeriksaan berkas permohonan, tidak di lakukan pemeriksaan lapangan, tidak di lakukan analisa kredit,” tulis dalam keterangan siaran pers yang diterima.

“Dan ke semua dana kredit telah diberikan kepada pemohon kredit yang dibawa oleh tersangka MN, yang kemudian setelah diserahkan oleh teller kepada pemohon kredit selanjutnya oleh pemohon kredit uang tersebut diserahkan kepada tersangka,” terangnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal sangkaan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1)  jo. pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo. Pasal 64 KUHP.

Guna proses penyidikan lebih lanjut, kini tersangka MN telah ditahan di rumah tahanan (Rutan) Lapas Kelas II A Perempuan Semarang selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 21 Juni 2024 s/d 10 Juli 2024.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Jawa Tengah berhasil mengamankan Daftar Pencarian Orang (DPO) pada kasus korupsi PD BPR BKK Kabupaten Kendal tahun 2013 – 2014. DPO tersebut bernama Muljaningrum Widiastuti warga asal Kabupaten Kendal Jawa Tengah.

Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah Sunarwan mengatakan, buron tersebut dieksekusi belum lama ini. “Muljaningrum ditangkap pada 1 Juni 2024,” ujarnya, Rabu (19/6/2024).

Muljaningrum dalam kasus kredit fiktif di PD BPR BKK Kendal, masih berstatus sebagai saksi. Beberapa kali ia dipanggil oleh Kejari Kendal, namun tidak memenuhi panggilan hingga keberadaannya tidak diketahui.

Sedangkan, kakak kandungnya, Martiningrum Nugrohowati, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Berdasarkan hasil penelusuran yang dihimpun, Muljaningrum Widiastuti ternyata pernah tersangkut perkara yang sama pada Juli 2017. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini