Warga di Lereng Gunung Prau Butuh Akses Jembatan Layak, Paska Diterjang Bencana Longsor Awal Tahun 2022 Silam

Jembatan penghubung antar wilayah, satu-satunya akses warga Dusun Pranten Bawang melakukan aktivitas pertanian. Foto : Dok. vian/sigijateng.id

Batang (sigijateng.id) – Masyarakat di Desa Pranten Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah mengharap kepada pemerintah agar ada pembangunan jembatan yang bisa digunakan untuk akses menghubungkan antar wilayah Kabupaten.

Pasalnya, jembatan akses penghubung yang berada di sisi utara lereng Gunung Prau tersebut pernah rusak dan hilang akibat diterjang bencana besar tanah longsor yang terjadi pada awal tahun 2022 silam.

Kepala Desa Pranten, Sarifudien mengatakan jika jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan penghubung khususnya bagi warga di Dusun Pranten untuk menuju ke pusat pemerintahan desa yang berada di Dusun Rejosari.

“Tidak hanya itu, akses jalan dan jembatan ini juga satu-satu akses bagi masyarakat untuk membawa hasil produksi pertanian mereka. Namun, jembatan ini rusak dan hilang sejak di terjang bencana tanah longsor di awal tahun 2022 silam,” ujarnya, Selasa (24/1/2023).

Sarifudien mengaku memiliki beban moral tinggi dengan infrastruktur akses jalan yang ada di wilayahnya tersebut. Sebab, masih banyak ruas jalan yang membutuhkan pembangunan maupun perbaikan.

“Rata-rata masyarakat kami adalah petani sayuran. Jika akses jalan tidak memadai, pengaruhnya sangat besar terutama pada harga jual komoditas hasil pertanian mereka. Sebab, tidak sebanding dengan masa perawatan hingga panen,” ungkapnya.

Bencana longsor menerjang Lereng Gunung Prau wilayah Desa Pranten Kecamatan Bawang, Batang, pada awal tahun 2022 silam. Foto : Dok. vian/sigijateng.id

Dirinya sangat berharap kepada pemerintah baik, daerah, provinsi maupun pusat. Agar sekiranya membantu membangunkan jembatan yang layak, aman dan nyaman bagi masyarakat. “Saya sangat sedih, sebab ini merupakan akses jalan bagi mereka. Jalan ini juga untuk menopang kesejahteraan ekonomi khususnya warga Desa Pranten,” bebernya.

“Untuk itu, saya sangat berharap kepada pemerintah, untuk segera ada pembangunan jembatan yang lebih layak, aman dan nyaman. Sebab, jalan ini juga merupakan akses antar wilayah kabupaten yakni Batang-Wonosobo,” imbuhnya.

Salah satu warga Dusun Pranten, Nurkholis mengatakan akses jalan tersebut menjadi tumpuan bagi para petani. Selain untuk membawa hasil produksi pertanian sayuran, juga akses untuk menuju ke pemerintahan desa yang lokasinya berada di atas dusun.

“Kami masyarakat petani di puncak lereng Gununng Prau kebanyakan petani sayuran. Saban hari kami melewati jalan ini. Namun, sejak jembatan diterjang bencana longsor setahun yang lalu, harga jual pertanian justru sangat murah, dan biaya transportasi juga menjadi mahal,” ucapnya.

“Warga sempat bergotong royong membangun jembatan seadanya dengan bambu, agar akses jalan bisa dilewati. Sebab, jalan ini adalah satu-satunya akses penghubung disini,” tambahnya. (Red)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here