Saat Menko PMK Muhajir Effendy Dicurhati Seorang Jemaah Haji Usia 98 Tahun Asal Blitar

Menko PMK Muhajir Effendi menyambangi jemaah haji di pemondokan (hotel). Foto : Tim MCH

Madinah (sigijateng.id) – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy menyambangi salah satu pemondokan jemaah haji Indonesia di Hotel Front Tiba Madinah, pada Sabtu (03/05/2023).

Setibanya di hotel yang terletak di sebelah utara 50 meter dari Masjid Nabawi jemaah menyambutnya dengan antusias. Mereka berebut foto bareng hingga curhat persoalan makanan selama di Madinah.

Salah satunya yakni Ruslan (98), jemaah tertua asal Blitar, curhat soal makanan yang ia makan selama berada di Madinah dengan pria kelahiran Madiun itu.

Awalnya, Muhadjir menanyakan kepada Ruslan, berapa kali ia makan dalam satu hari sejak berada di Madinah menjalankan ibadah arba’in. Ia menyebut hanya dua kali.

“Ping kalih mawon ya sampun cukup. Wadahe niki boten muat (dua kali saja sudah cukup. Perutnya ini sudah tidak bisa nampung),” jawabnya, disambut gelak tawa jemaah lain yang melihatnya.

“Ping sekawan ya angsal, Pak (Empat kali juga boleh, Pak),” timpal Muhadjir, disambut riuh gembira jemaah.

Jemaah haji asal Indonesia sebenarnya mendapatkan makan sebanyak tiga kali dalam sehari. Hanya karena merasa kenyang dengan dua kali, Ruslan hanya makan sebanyak dua kali.

Kepada pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu, Ruslan juga menceritakan kebiasaannya di kampung makan lauk sayur pepaya.

“Kulo kui wong kampung, Pak. Biasa ya dahar lauk jangan kates (Saya ini orang kampung, Pak. Biasa makan lauk sayur pepaya),” curhatnya.

Ruslan mengaku puas dengan makanan yang ia dapatkan selama di Madinah. Hampir setiap hari, katanya makan daging ayam.

Muhajir pun lantas menimpalinya kembali, “Lebih suka makan lauk ayam apa sayur pepaya, Pak?,”

“Yo opo mawon, Pak. Perute wong kampung kui ya nopo mawon mlebu (Ya apa saja, Pak. Perut orang kampung itu ap saja masuk),” katanya kembali disambut gelak tawa jemaah lantai 1 hotel Front Tiba, Madinah.

Meski Ruslan merupakan jemaah tertua dari Madiun, Ruslan terlihat kuat dan sehat. Disebut oleh salah seorang jemaah, ia selalu naik tangga saat akan ke kamar di lantai 9, tidak naik lift.

“Masya Allah. Sehat terus ya, Pak. Semoga menjadi haji mabrur,” respon Muhadjir mendengar kebiasaan Ruslan naik tangga selama di hotel.

Muhadjir meminta kepada Ruslan dan jemaah lansia lainnya untuk tidak memforsir ibadah-ibadah sunah, karena masih ada ibadah yang rukun dan wajib.

“Banyak-banyak istirahat, ya, Pak, Bu. Jangan banyak memaksakan yang sunah. Haji itu yang penting di ‘Arafah. Semoga semuanya menjadi haji mabrur,” tutup Muhadjir. (Red)

Baca Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini