Inilah 7 Kelurahan Miskin di Kota Semarang, Tiga Berada di Pesisir, Lainya Menyebar di Semarang Timur, Pedurungan hingga Tembalang

Plt Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu . ( foto pemkot semarang)

SEMARANG (sigi jateng) – Masuk 2023 ini, setidaknya terdapat tujuh kelurahan di Kota Semarang yang masuk dalam kategori tingkat kemiskinan tinggi. Terdata, saat ini di Kota Semarang ada 177 kelurahan.

Plt Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan tujuh kelurahan di Kota Semarang yang tingkat ketegori miskin tersebut yaitu Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara, Tanjungmas Kecamatan Semarang Utara, Kemijen Kecamatan Semarang Timur, Rejosari Kecamatan Semarang Timur, Muktiharjo Kidul Kecamatan Pedurungan, Tandang Kecamatan Tembalang, dan Jomblang Kecamatan Candisari.

Tujuh kelurahan itu menjadi prioritas agar persoalan kemiskinan segera terselesaikan.

“Presiden RI Joko Widod, menyampaikan, tingkat kemiskinan harus nol persen pada 2024 mendatang. Maka, perlu upaya-upaya untuk menurunkan angka kemiskinan di Kota Lunpia,” kata Mbak Ita, panggilan akrabnya itu saat menerima rombongan PWI Jateng di ruang kerjanya, Kamis (19/1/2022).

Untuk membebaskan kota Semarang dari kelurahan miskin, kata dia, pihaknya akan membuat pilot project kelurahan tangguh pangan dan gizi sebagai bagian dari pengentasan kemiskinan.

“Ada tiga kelurahan yang beririsan di pesisir. Kami akan cari tahu kenapa di pesisir rendah. Ini akan di up agar tidak miskin,” ujar Ita, sapaannya, Jumat (20/1/2023).

Penanganan kemiskinan, lanjut Ita, perlu ditangani sesuai kearifan lokal. Misalnya, Bandarharjo, Kemijen, Tanjungmas, dan Muktiharjo merupakan wilayah rawan banjir.

Sehingga, perlu dilakukan penanganan banjir. Pasalnya, bencana bisa menjadi salah satu faktor pemicu kemiskinan.

“Kenapa di Tanjungmas banyak warga menengah ke bawah? Ternyata uang mereka untuk membangun rumah terus. Menabung untuk meninggikan rumah agar tidak kena banjir. Saya masih belum tahu, mengapa Rejosari juga masuk kelurahan miskin. Ini masih kita cari,” paparnya.

Menurut Ita, warga akan semakin sejahtera jika tidak terjadi rob dan banjir karena pendapatan bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

Dengan kedatangan Menteri PUPR beberapa waktu lalu, dia optimis banjir di ibu kota Jawa Tengah bisa terselesaikan.

Penambahan pompa Tenggang dan Sringin oleh Kementerian PUPR akan mengatasi persoalan banjir di wilayah Kemijen dan sekitarnya.

Pembangunan sheetpile juga akan dilakukan di Tanjungmas untuk penanganan rob.

Di sisi lain, penanganan kemiskinan juga akan dilakukan melalui pasar murah, penggunaan dana bantuan tidak tetap (BTT), dan penanganan stunting.

Pasalnya, di samping memiliki angka kemiskinan tinggi, tujuh kelurahan tesebut juga memiliki angka stunting yang tinggi. Diluar tujuh kelurahan itu warganya juga ada yang miskin tapi jumlahnya kalah banyak. (aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here