Hadapi Tahun Politik, MUI : Dai Bisa Berikan Pendidikan ke Umat – Antisipasi Perselisihan dalam Perbedaan

ilustrasi MUI : Dai Bisa Berikan Pendidikan ke Umat - Antisipasi Perselisihan dalam Perbedaan. (Foto: mui.or.id)

Jakarta (sigijateng.id) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis, menyebut pentingnya pendidikan politik kepada umat yang disampaikan oleh dai. Hal ini agar gelaran politik ini tidak menyebabkan ketegangan di masyarakat.

Ia menyampaikan hal itu saat silaturahmi dan halaqoh dakwah dengan tema “Urgensi Peran Dai dan DKM Masjid dalam menjaga Ukhuwah di tahun politik,” yang digelar MUI Kota Administrasi Jakarta Barat di Kantor Walikota Jakbar, beberapa waktu lalu.

“Para dai hendaknya memberikan pendidikan politik kepada masyarakat agar dalam menyikapi perbedaan pilihan politik tidak dibawa ke ranah perselisihan,” kata Cholil dikutip dalam laman resmi MUI Digital, Senin (25/9/2023).

Cholil menjelaskan, perbedaan pilihan politik adalah wajar karena masing-masing orang mempunyai pertimbangan yang berbeda. Hal itu sah-sah saja.

Bahkan jika pilihan politik itu atas dasar kesamaan agama, suku atau faktor lainnya boleh saja, selama tidak mengampanyekan kebencian kepada orang yang tidak sama pilihan politiknya.

Pada kesempatan itu, dia mengingatkan jangan sampai masjid atau mushola dijadikan tempat kampanye politik praktis. Karena kalau itu terjadi, dapat menyebabkan perpecahan umat.

“Masjid atau mushola adalah rumah bersama umat Islam, di dalamnya umat Islam dengan berbagai pilihan politik yang berbeda,” ucapnya.

Semua pihak berharap sungguh pun tensi politik meninggi tidak diiringi situasi yang menegangkan di tengah-tengah masyarakat. (Red)

Baca Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini