Gelombang Pertama Berakhir 6 Juni, Gelombang Kedua Calon Jemaah Haji Mendarat Bandara Jedah

Jemaah haji Indonesia tiba di Bandara AMMA Madinah. Foto : Tim MCH Kemenag

Madinah (sigijateng.id) – Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga Senin (5/6/2023). Sebanyak 78.350 jemaah haji dari total 206 kloter sudah mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah.

Sebanyak 23.930 di antaranya merupakan jemaah lanjut usia (lansia). Sedianya akan ada 265 kloter yang bakal mendarat di Bandara Madinah. Jemaah gelombang kedua dijadwalkan kedatangannya di Bandara International King Abdul Aziz, Jeddah.

“Untuk persiapan tim daerah kerja (Daker) Bandara akan dibagi dua. Satu di Madinah, sampai semua jamaah mendarat dan tiba di Madinah. Sedangkan sisanya akan ke Jeddah,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Haryanto, di Madinah, Senin (5/6).

Sementara gelombang kedua yang mendarat di Jeddah, jumlahnya akan lebih banyak dibandingkan yang tiba di Madinah, yaitu 272 kloter. Keseluruhan kloter yang akan terbang ke Arab Saudi mencapai 534 kloter.

Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan pada pelaksaan haji 2022. Saat itu kloter terbagi 241 dan pemberangkatannya 236 penerbangan.

Jumlah jamaah haji 2023 merupakan yang terbanyak sebanyak sejarah Indonesia dalam memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci. Tahun ini Indonesia mendapat jatah kuota dari Pemerintah Arab Saudi 229.000.

Kasi Pengawasan Haji Khusus Daker Madinah, Rudi Nurudin Ambari, mengatakan, PPIH Arab Saudi terus melakukan pengawasan pada PIHK terkait layanan jamaah haji khusus.

“Pengawasan sudah kita lakukan sejak di Jakarta. Kita mengawasi PIHK apakah jamaah mendapatkan fasilitas hotel sesuai yang dijanjikan, seperti makanan, transportasi. Kami harus pastikan bahwa jamaah haji khusus setimpal dengan pembayaran yang cukup mahal,” kata Rudi.

Kuota jamaah haji khusus Indonesia 2023 sebanyak 18.320. Perinciannya sebanyak 17.680 orang kuota dasar dan tambahan 640 orang. “Kedatangan jamaah haji khusus sekitar 75% mendarat di Jeddah, dan 25℅ turun di Madinah, ” kata dia.

Dikatakan, durasi jemaah haji khusus tinggal di Arab Saudi bervariasi, sesuai paket yang ditawarkan. Namun umumnya sekitar 25-30 hari. “Minimum 10 hari dan maksimal 30 hari karena ada haji khusus yang melaksanakan Arbain,” kata Rudi.

Penempatan jamaah haji khusus berbeda dengan haji reguler. Secara aturan, selama mereka di Madinah, tempat menginap tidak boleh lebih dari 750 meter dari Masjid Nabawi. Rata-rata jaraknya sekitar 300 sampai 400 meter dengan fasilitas bintang lima.

Dalam hal katering, jamaah haji khusus mendapatkan pelayanan makan prasmanan, kecuali saat di bandara yang mendapatkan makanan boks. Untuk biaya, rata-rata US$ 12.000-15.000. Minimal sebesar US$ 8.000. (Dye)

Baca Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini