Gandeng Ibu PKK Desa Tlompakan, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Adakan Pertemuan Rutin Pencegahan Stunting

TUNTANG (sigijateng.id) – Dalam upaya bersama menuju generasi unggul Mahasiswa KKN Reguler Posko 13 UIN Walisongo Semarang mengadakan pertemuan rutin pencegahan stunting bersama Ibu PKK Dusun Muludan, Desa Tlompakan, Kecamatan Tuntang, Kab. Semarang.

Kegiatan ini dilakukan oleh Mahasiswa KKN Reguler Posko 13 UIN Walisongo Semarang pada hari Rabu (15/11/2023).

Stunting merupakan kondisi dimana tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan usianya. Faktor-faktor seperti kekurangan gizi, terbatasnya akses terhadap makanan bergizi, sanitasi yang buruk, dan kurangnya pendidikan gizi dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan. Stunting dapat terjadi sejak masa kelahiran hingga usia 2 tahun, yang merupakan masa penting untuk meningkatkan perilaku oportunistik pada anak.

Di Desa Tlompakan, stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Sebab, terdapat lima orang yang terverifikasi menderita stunting. Stunting mempunyai dampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif anak. Hal ini dikarenakan stunting dapat menghambat potensi pembelajaran dan perkembangan anak secara optimal serta berdampak negatif terhadap produktivitas dan kesejahteraan mereka di masa depan.

Hartati, Ketua PKK Desa Tlompakan, menyampaikan bahwa kondisi ini akan berdampak pada potensi generasi muda.

”Kondisi ini akan berdampak pada potensi generasi muda, menurunkan produktivitas dan mengancam kemajuan sosial ekonomi desa. Oleh karena itu diperlukan upaya kolektif untuk mengatasi stunting dan memberikan masa depan yang lebih baik kepada anak-anak,” ucapnya.

Upaya penanggulangan stunting harus dimulai dengan perbaikan gizi lokal. Posyandu dan Posbindu harus berperan aktif dalam mengedukasi anak tentang pentingnya gizi seimbang dan asupan gizi yang cukup bagi tumbuh kembang anak. Langkah awal yang baik adalah memberikan dukungan makanan bergizi kepada anak kecil yang menderita stunting. Peran Posbindu dalam pendidikan dan dukungan Posbindu juga memiliki peran strategis dalam memberikan pendidikan dan dukungan mengenai pentingnya gizi, perawatan anak dan pemeriksaan kesehatan.

Nia, Koordinator Divisi Kesehatan dan Lingkungan, mengatakan bahwa Posyandu dan Posbindu menjadi sarana untuk mengedukasi para ibu muda tentang praktik gizi anak.

”Melalui pertemuan rutin Posyandu dan Posbindu dapat bertukar informasi dan pengalaman serta menjadi sarana untuk mengedukasi para ibu muda tentang praktik gizi anak yang benar,” ucapnya.

Permasalahan serius stunting memerlukan perhatian luas dari berbagai pihak. Penurunan angka stunting memerlukan tindakan pencegahan yang tepat dan upaya bersama untuk memastikan anak tumbuh dan berkembang secara optimal serta memiliki masa depan yang lebih baik.

Lutfiah, Perwakilan Tim KKN UIN Walisongo Semarang juga mengatakan bahwa Ibu PKK juga memiliki peran yang tak kalah penting dalam upaya pencegahan stunting di Masyarakat.

”Selain peran Posyandu dan Poswindu, peran ibu PKK juga tak kalah penting dalam upaya pencegahan stunting di Masyarakat. Hal ini karena Ibu PKK memiliki akses yang baik terhadap masyarakat, termasuk pengaruh dan akses langsung terhadap ibu yang membutuhkan informasi dan dukungan terkait gizi dan kesehatan anak. Melalui edukasi yang mereka berikan, ibu-ibu PKK mampu membantu masyarakatnya memahami pentingnya nutrisi yang tepat dalam tumbuh kembang anak,” ucapnya.

Kolaborasi ibu PKK dan Dinas Kesehatan menjadi kunci dalam mengatasi stunting di Masyarakat. Dengan pengetahuan dan akses di tingkat masyarakat, peran mereka dalam menyebarkan informasi dan mengedukasi masyarakat sangat berharga dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan unggul di masa depan. (kkn uin/*)

Baca Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini