Biduan Ini Minta Mantan Suami Cepat Ditahan, Gegara Tak Tahan jadi Korban KDRT

Ilustrasi. Foto : pixabay.com

Pati (sigijateng.id) – Salah seorang biduan (penyanyi,Red) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Korban mengalami sejumlah luka di badannya. Bahkan korban juga sudah melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Saya minta keadilan atas perilaku suami (Doni Bagus Aditia),” kata Suci Novitasari (30) korban KDRT kepada awak media, Rabu (25/1/2023).

Suci mengatakan KDRT yang dilakukan suaminya tersebut, terjadi pada pertengahan Agustus 2022. Saat itu, kata Suci, suaminya yang dalam kondisi mabuk menganiaya dirinya.

“11 Agustus 2022 sekitar jam 15.00 WIB, dulu masih suami sekarang sudah mantan suami. Dia itu pulang ke sini, duduk di ruang tamu. Dia mabuk bawa alkohol, di situ mau pergi lagi,” ucap Suci.

“Saya khawatir kunci mobil saya minta, pikirku pernah kecelakaan, takutnya kecelakaan. Saya masuk ke kamar. Habis itu keluar, saya keluar, tidak tahu kenapa dia aniaya saya, mulai leher, pipi kanan digigit, sama paha juga luka,” imbuhnya.

Seniman dan biduan di Pati ini mengatakan jika dirinya saat ini sudah bercerai dengan suaminya. “Sebelumnya sering bertengkar hanya cekcok (tidak sampai menganiaya), hampir tiap hari,” beber Suci mengenang.

Suci telah melaporkan kasus KDRT itu ke polisi. Laporan LP/B/214/X2021/SPKT/Polres Pati/Polda Jawa Tengah itu tertanggal 24 Oktober 2022. “Saya lapor ke Polsek, diarahkan ke Polres Pati, disuruh visum terus di situ pengaduan,” ungkapnya.

Suci menilai penanganan kasusnya terkesan lamban. “Dulu kuasa hukum pertama, lama sekali. Terus cabut pindah kedua ini, agak cepat. Setelah ditetapkan tersangka tidak ditahan, katanya sudah P19, kok lama belum P21. Tersangkanya segera ditahan, minta keadilannya,” pinta dia.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pati AKP Ghala Rimba Doa Sirrang saat dimintai konfirmasi terkait kasus dugaan KDRT tersebut, mengatakan akan berkoordinasi dengan Kanit PPA terlebih dahulu. “Saya koordinasikan dengan Kanit PPA,” kata Ghala saat dihubungi wartawan.

Sementara itu Kasi Pidum Kejari Pati, Aji Susanto mengatakan berkas kasus dugaan KDRT yang dialami S sudah lengkap. Kejaksaan tinggal menunggu penyerahan barang bukti dan tersangka ke Kantor Kejaksaan Negeri Pati.

“Hari ini sudah P21, belum ke sidang. Setelah P21 nanti dari polisi melimpahkan barang bukti dan tersangka ke kita. Tidak ada yang kurang, sudah lengkap semua. Dari polisi belum segera apa tidak,” kata Aji kepada wartawan. (Red)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here