12 SD Negeri di Kendal Di Merger Tahun Ini, Disdikbud Ungkap Alasannya

Bupati Kendal Dico M Ganinduto bersama Disdikbud monitoring ke sekolah dasar. Foto : Dok. Bagian Prokompim Setda Kendal

Kendal (sigijateng.id) – Sebanyak 12 SD Negeri di Kabupaten Kendal mulai digabung atau dimerger tahun 2023 ini. Penggabungan sekolah melalui keputusan Bupati Kendal Nomor 421.1/280/2022 itu dilakukan untuk meningkatkan pelayanan pendidikan dan interaksi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi mengatakan, ada beberapa alasan yang mendorong digabungnya 12 sekolah. Di antaranya kondisi sarpras sekolah yang kurang, murid sedikit, hingga kekurangan tenaga pendidik.

“Penggabungan SD Negeri di Kabupaten Kendal ini menjadi solusi untuk meningkatkan pelayanan pendidikan,” katanya, saat dihubungi awak media melalui telepon selular, Senin (23/1).

Menurutnya, langkah ini tentu berdampak ke siswa dan orang tua. Meski demikian, semua dilakukan agar mereka bisa mendapat pelayanan pendidikan yang lebih baik, efektif, dan optimal.

Wahyu mengungkapkan, adapun Sekolah Dasar (SD) yang dilakukan penggabungan tersebar di 8 kecamatan. Yakni Patebon, Singorojo, Sukorejo, Pageruyung, Gemuh, Plantungan, Kendal, dan Weleri.

Selain itu, ada beberapa sekolah di Kabupaten Kendal yang rawan rob dan banjir. Disdikbud juga mengambil langkah untuk tetap mempertahankan sekolah itu dengan upaya jangka pendek, menengah, dan panjang.

Diantaranya seperti pengusulan prasarana penanggulangan hingga mempersiapkan sekolah alternatif. “Untuk sekolah rawan rob dan banjir, saat ini merupakan sekolah satu-satunya. Belum ada sekolah terdekat yang memadai,” jelasnya.

Pihaknya berupaya untuk memaksimalkan sekolah penggabungan dengan meningkatkan tenaga pendidik hingga sarpras. “Harapannya dengan penggabungan SD ini, bisa meningkatkan pelayanan pendidikan dan interaksi siswa semakin berkembang,” pungkasnya. (Red)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here