Yuk, Kenali Gejala dan Dampak Fenomena La Nina di Musim Hujan Seperti Saat Ini

Ilustrasi . Foto : pixabay.com

Semarang (Sigijateng.id) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar mewaspadai fenomena La Nina di awal musim penghujan ini. Fenomena La Nina ini mengakibatkan udara terasa lebih dingin dan curah hujan semakin tinggi.

Curah hujan saat La Nina biasanya meningkat antara 20-40 persen lebih tinggi di bandingkan saat tahun netral.  Untuk mendeteksi La Nina para ilmuwan menggunakan berbagai alat serta teknik untuk memantau serta memprediksi perubahan suhu di Samudera Pasifik. 

Prediksi tersebut menggunakan model yang dijalankan oleh High Performance Computer atau HPC di berbagai lembaga termasuk BMKG. Berikut ini pengertian, gejala dan dampak La Nina!

Pengertian La Nina

Mengutip situs BMKG, La Nina adalah fenomena naiknya suhu muka laut (SML) di mana bagian tengah Samudera Pasifik mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya. La Nina kebalikan dari El Nino, pemanasan suhu muka laut (SML) yang berada di atas kondisi normal.

Gejala La Nina

Peningkatan intensitas hujan umumnya menjadi gejala terjadinya La Nina. Faktor itu kemudian mendorong suhu menjadi lebih dingin daripada normalnya, tepatnya di Samudra Pasifik bagian tengah.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Balai BMKG Wilayah III Denpasar I Nyoman Gede Wiryajaya menyebut BMKG telah memprediksi fenomena La Nina ini karena sudah memasuki musim hujan.

“Makanya kita lihat curah hujan bertambah dan sekarang ini sebagian besar masih pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan. Walaupun sudah di musim hujan, tapi sebagian besar masih pada masa peralihan musim,” terang dia.

Dampak Fenomena La Nina

Fenomena La Nina mengakibatkan terjadinya pendinginan suhu di Samudra Pasifik tengah, maka mengurangi pertumbuhan awan. Hal ini meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

Akibat curah hujan yang tinggi tadi turut meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan sebagainya.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG juga memprediksi potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang untuk periode 9-15 Oktober 2022 di sejumlah wilayah.

Sementara itu, cuaca di Jawa Tengah hari ini masih didominasi prakiraan hujan. Masyarakat diminta waspada hujan deras hingga hujan es. Hal itu disebutkan informasi prakiraan cuaca Jawa Tengah yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang yang berlaku hari ini, Senin (10/10/2022).

“Pagi cerah berawan-berawan, siang-sore/awal malam: potensi hujan ringan-sedang. Potensi hujan sedang-lebat dapat disertai petir dan angin kencang di daerah pegunungan, Jateng Timur, Solo Raya, dan sekitarnya. Waspada bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, sambaran petir, hujan es, dan lainnya,” kata prakirawan, Gempita Icky. (Red)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here