Wisata Gunung Telomoyo Magelang Layak Dijadikan Destinasi Wisata Olahraga

Acara penutupan menutup kegiatan olahraga Gantole dan Paralayang Telomoyo Cup VI dan Kejuaraan Nasional 2022 di Lapangan Desa Sraten, Kabupaten Semarang, Minggu (18/09/2022) yang dihadiri oleh wakil gubernur Jateng Taj Yasin. ( foto humas pemprov jateng)

SIGIJATENG.ID – Tempat Wisata Gunung Telomoyo Magelang saat ini memang sudah terkenal dan banyak didatangi pengunjung. Namun, dari yang sudah ada saat ini, diyakini tempat Wisata Gunung Telomoyo Magelang masih bisa dimaksimlkan, utamanya memberikan pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah daerah ataupun pendapatan masyarakat setempat.

Agar kawasan tempat Wisata Gunung Telomoyo Magelang bisa dimaksimalkan lagi, wakil gubernur Jateng Taj Yasin, ingin tempat itu menjadi tempat wisata olah raga (Sport Tourism) di Jawa Tengah.

Bahkan keinginan Taj Yasin Gunung Telomoyo bisa menjadi tempat wisata olahraga bisa terwujud pada tahun 2024 mendatang.

Keinginan tersebut disampaikan oleh Taj Yasin Maimoen saat menutup kegiatan olahraga Gantole dan Paralayang Telomoyo Cup VI dan Kejuaraan Nasional 2022 di Lapangan Desa Sraten, Kabupaten Semarang, Minggu (18/09/2022).

Apa yang disampaikan Taj Yasin itu adalah sangat wajar. Mengingat potensi alam, serta kemudahan akses Gunung Telomoyo yang bisa dijangkau dari tiga kota besar terdekat, yakni Semarang, Solo dan Jogjakarta. Gunung Telomoyo bisa dijankau dengan cepat dari Semarang, Solo dan Jogja. Apalagi, jika jalan tol Bawen – Jogja, ataupun Solo -Jogja nanti sudah jadi.

Gunung Telomoyo itu berada di Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang dengan ketinggian 1894 mdpl. Dari puncak Gunung Telomoyo, Anda bisa menikmati deretan gunung tinggi seperti Merapi, Merbabu, Lawu, Sumbing, Sindoro dan Prau.

Bahkan, juga dapat menikmati luasnya danau Rawa Pening Bawen, suasana dan pemandangan alam yang serasi serta eksotis. Berada di Telomoyo terasa damai.

Puncak Gunung Telomoyo juga dikenal sebagai tempat dilakukannya take off event tahunan kejuaraan olahraga Gantole Telemoyo Cup yang pendaratannya dilakukan di dekat Danau Rawa Pening.

Pada puncak Gunung Telomoyo, juga terdapat air terjun Seloprojo yang berada di lerengnya yang merupakan air terjun yang airnya tidak begitu deras sehingga ramah terhadap anak-anak. Di samping itu juga terdapat destinasi wisata religi di kawasan Gunung Telomoyo yaitu Makam Ndalangan dan Makam Mbah Mangli yang banyak dikunjungi para peziarah.

Tingginya potensi wisata kawasan Gunung Telomoyo tersebut membuat Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian PUPR melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan – Ditjen Cipta Karya memfasilitasi pembangunan prasarana untuk mendukung keberadaan kawasan Gunung Telomoyo sebagai destinasi wisata alternatif di dekat Candi Borobudur.

Sigijateng.id melansir dari laman ciptakarya.pu.go.id, penataan Kawasan Wisata Gunung Telomoyo telah dilaksanakan dalam 2 (dua) Tahun Anggaran yaitu 2017 dan 2018 oleh Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Jawa Tengah dengan nilai total sebesar Rp3,96 Miliar.

Pada Tahun Anggaran 2017 telah dilaksanakan pekerjaan di Desa Pandean dengan lingkup pekerjaan meliputi jalan, saluran, area parkir, kantor pengelola, toilet dan signage di gerbang masuk menuju Gunung Telomoyo.

Kemudian pada Tahun Anggaran 2018 dilaksanakan pekerjaan yang tersebar di empat Desa meliputi:

  1. Desa Pandean, berupa penataan kawasan Makam Ndalangan dengan lingkup pekerjaan meliputi pendopo, ruang semedi, panggung, pagar, toilet, jalan akses dan signage.
  2. Desa Seloprojo, berupa penataan area parkir menuju air terjun Seloprojo dengan lingkup pekerjaan meliputi area parkir motor, talud, gazebo, ticketing dan toilet.
  3. Desa Girirejo, berupa penataan pedestrian menuju Makam Mbah Mangli.
  4. Desa Bandungrejo, berupa pekerjaan talud menuju open theater desa Bandungrejo.

Dukungan prasarana pariwisata dari Kementerian PUPR langsung meningkatkan jumlah pengunjung. Berdasarkan laporan pada Januari 2019 lalu, itu artinya data sebelum pandemic Covid-19, pengunjung meningkat cukup signifikan yaitu dari semula sekitar ± 50 orang pengunjung di hari biasa menjadi ± 500. Sedangkan pada hari libur semula sekitar ± 200 orang pengunjung menjadi ± 1000. Dari retribusi tiket dan parkir dapat meningkatkan pendapatan desa sebesar ± 50 juta setiap bulannya. (aris)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here