Warga Pekalongan Geger Ada Temuan Sesosok Janin Bayi Laki-laki, Terbungkus Karung Di Semak Belukar Arah Pantai Slamaran

Temuan sesosok janin bayi laki-laki terbungkus dalam karung, disemak belukar arah Pantai Slamaran Pekalongan, Selasa (29/11) pagi dini hari. Foto : tangkapan layar

Pekalongan (sigijateng.id) – Warga Slamaran Kelurahan Degayu Kecamatan Pekalongan Utara digegerkan dengan adanya temuan sesosok janin bayi berjenis kelamin laki-laki tergeletak di semak-semak di pinggir Jalan Pantai Dewi pada Selasa (29/11/2022) sekira pukul 03.00 WIB.

Menurut informasi yang diperoleh, kali pertama bayi itu ditemukan oleh seorang warga yang hendak pergi mencari ikan kepiting dan mendengar jerit tangis bayi. Saat ditemukan, bayi terbungkus sebuah karung dan beruntung masih dalam keadaan hidup.

Ironisnya, dalam kondisi terbungkus karung selain janin bayi juga berisi beberapa kardus bekas bungkus susu formula, snack, dan sejumlah sampah.

Menurut Ketua RT 03 RW 09 Slamaran, Kelurahan Degayu setempat, dikatakan jika penemuan bayi berawal ketika ada seorang pencari ikan kepiting yang sedang melintas di lokasi dan mendengar suara tangisan bayi.

“Pencari ikan kepiting ini mendengar tangisan bayi saat melintas di lokasi, tapi dia agak takut. Dia kemudian memanggil salah satu orang lagi untuk mencari lokasinya,” kata Jamiat, Selasa (29/11).

Setelah dicek ternyata benar ada suara bayi. Suara tangisnya semakin jelas dan keras. Asal suara dari dalam karung yang ada di semak-semak. “Dicek ternyata memang bayi,” imbuhnya.

Menemui hal tersebut, mereka lantas memanggil lebih banyak warga. Warga pun berdatangan ke lokasi dan ikut menyaksikan penemuan itu. Karung itu kemudian digunting oleh salah seorang warga, disaksikan warga lainnya.

Setelah karung terbuka, tampak sesosok bayi mungil tanpa sehelai pakaian bergerak-gerak. Tali pusat atau tali pusarnya pun masih belum terpotong. “Tadi dibuka bayinya masih sehat, sudah dikerubuti semut,” ungkap Jamiat.

Selanjutnya, bayi tersebut dibawa menuju ke sebuah rumah salah satu warga. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke anggota Bhabinkamtibmas setempat. Oleh petugas, bayi lalu dibawa ke RSUD Bendan untuk mendapatkan penanganan dan perawatan.

Sementara itu, Witejo (3) pencari kepiting yang juga saksi mata kali pertama menemukan bayi menceritakan awal mula penemuan bayi mengaku mendengar suara tangisan bayi saat melintas di jalan arah pantai Slamaran dekat semak-semak belukar.

“Saat itu saya kan lagi mencari kepiting terus lewat di jalan kok ada suara bayi nangis. Saya tengok kok gak ada, lalu saya pergi ke rumah kakak yang tidak jauh dari lokasi. Bersama warga minta bantuan untuk mencari keberadaan suara tangis bayi tersebut dan ternyata benar ada bayi,” kata Witejo, Selasa (29/11) siang.

“Kondisi bayi awalnya di dalam karung plastik tertutup tapi tidak diikat. Selain bayi didalam karung ada juga kardus-kardus susu itu. Itu sekitar jam 03.00 pagi dinihari, kondisi bayi saat itu dikerubuti semut,” imbuhnya.

Witejo menyut jika warga sekitar juga tidak curiga terhadap warga sekitar lainnya sebab tidak ada perempuan yang hamil. “Warga sekitar juga tak curiga, sebab tidak ada warga sekitar yang hamil. Kelihatan bayinya udah lama karena tali pusarnya sudah kering,” bebernya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here