Warga Lempongsari Ingin Sosialisasi Lapor Hendi Merambah ke Tingkat RT dan RW

Suasana kegiatan Roadshow Sosialisasi Lapor Hendi putaran kedua di Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Semarang Selatan. (Foto. Pemkot Semarang)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Sejumlah warga yang hadir dalam Sosialisasi Lapor Hendi putaran kedua di Kelurahan Lempongsari Semarang meminta agar layanan “Lapor Hendi” bisa diakses dengan mudah untuk kebutuhan RT dan RW.

Babinsa Kelurahan Lempongsari, Ragil Sugiyanto dalam acara Roadshow tersebut mengatakan dirinya merasa senang karena layanan andalan Wali Kota Semarang tersebut mampu mengakomodir kebutuhan warga.

“Kami senang sekali dengan layanan pengaduan Lapor Hendi dan Call Center 112 karena dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat. Semoga layanan ini tetap eksis dan sosialisasi dapat merambah ke tingkat RT dan RW,” ujarnya, Kamis (2/6/2022).

Warga lainnya juga terlihat aktif memberikan pertanyaan soal sistem pengaduan melalui lapor Hendi dan pelaporan kegawatdaruratan melalui Call Center 112.

Tak hanya warga yang antusias, Lurah Lempongsari Dilinov Kamarullah pun menyambut baik atas digelarnya rangkaian sosialisasi pengaduan masyarakat ini. Guna mengakomodir aduan masyarakat diluar kanal resmi, bahkan pihaknya berinovasi untuk membuat bot pengaduan yang dapat mendeteksi berbagai aduan di social media terkait wilayahnya.

“Alhamdulillah Kecamatan kami, Gajahmungkur kemarin memperoleh predikat sebagai salah satu kecamatan yang mengelola pengaduan dengan baik. Setelah ini saya berharap masyarakat Lempongsari dapat lebih berperan aktif lagi dalam memberikan aspirasinya untuk kemajuan Kota Semarang khususnya bagi kemajuan Kelurahan Lempongsari,” tandas Dili di balai Kelurahan Lempongsari.

Sementara Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik, Diskominfo Semarang, Dian Aryanto menyebutkan dari tahun ke tahun masyarakat telah melek untuk melakukan pengaduan ke layanan Lapor Hendi. Hal tersebut didukung dengan bertambahnya jumlah laporan masyarakat yang masuk ke 5 kanal resmi lapor Hendi, yaitu sms, website, whatsapp, apps mobile dan twitter.

“Pada awal berdiri, layanan Lapor Hendi di tahun 2018 hanya mendapatkan 3.000 laporan saja, namun kini seiring dengan bertambahnya kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kemajuan pembangunan, layanan Lapor Hendi dalam satu tahun mendapatkan lebih dari 7.000 laporan masuk. Artinya saat ini masyarakat lebih peduli terhadap kota Semarang.” tambah arya.

Selain system pengaduan terpadu melalui Lapor Hendi, Pemkot Semarang juga memiliki Layanan Gawat Darurat Call Center 112 yang memiliki waktu layanan 24 jam dan Gratis 100% biaya. Call Center 112 ini menjanjikan kemudahan dan kecepatan dalam melayani kondisi darurat seperti darurat medis, darurat bencana, kriminalitas, kebakaran, evakuasi hewan buas, kecelakaan, penemuan mayat, dan kegawatdaruratan lainnya.

Roadshow sosialisasi ini diikuti sebanyak 35 peserta warga Kelurahan Lemposari yang terdiri dari Tokoh masyarakat, pengurus RT, RW, Karang Taruna, FKK dan lembaga setempat.

Selain itu sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber diantaranya yaitu Widi Nugroho selaku Direktur Lembaga Perhimpunan Pattiro Semarang yang memberikan gambaran seperti apa sistem pengaduan di Semarang dan bagaimana manfaatnya untuk pembangunan Kota, Dicky Proklamanto selaku admin utama Lapor Hendi yang memberikan edukasi soal kanal-kanal resmi yang dimiliki dan bagaimana cara melapor yang benar, M. Rifky Adhi selaku Admin call center 112 yang dipandu Sub Koordinator Pengelola Aspirasi dan Informasi, Wulan Asih Setyarini selaku moderator. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here