Waduh! Hingga Saat Ini Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Ternyata ….

Ilustrasi suasana di bandara Ahmad Yani Semarang. Foto. Dok. sigijateng.id

Jakarta (Sigijateng.id) – Pengamat Penerbangan Gatot Raharjo mendorong pemerintah menyelesaikan masalah fundamental industri penerbangan yang dinilai harga tiket masih mahal hingga saat ini.

Dia berharap penyelesaian masalah dapat menurunkan harga tiket pesawat yang saat ini masih mahal. Gatot menjelaskan bahwa masalah fundamental yang ada di industri penerbangan Indonesia tersebut yang sulit untuk adanya penurunan harga tiket pesawat.

“Sesuai prediksi sebelumnya bahwa memang pemerintah tidak akan bisa menurunkan harga tiket secepatnya karena masalah fundamentalnya tidak diperbaiki,” katanya, pada Jumat (23/9/2022).

Masalah fundamental tersebut yakni, maskapai sedang kesulitan keuangan akibat covid sehingga banyak yang berhenti operasi dan mengurangi pesawat dan sumber daya manusianya.

Kemudian, adanya monopoli oleh salah satu group maskapai penerbangan sehingga bisa mempengaruhi harga tiket. “Akibatnya iklim bisnis tidak baik sehingga tidak banyak maskapai yang muncul dan mampu bersaing dengan maskapai yang SDH ada (karena monopoli),” ujarnya.

“Semua itu yang bisa membenahi ya pemerintah (Kemenhub) sebagai regulator penerbangan nasional,” imbuhnya.

Sementara itu, diketahui pada Jumat (23/9/2022) hari ini harga tiket pesawat dari Jakarta-Bali untuk keberangkatan Sabtu (24/9/2022) pada dini hari dari berbagai maskapai penerbangan dibanderol mulai Rp1,1 juta hingga Rp2,7 juta.

Sedangkan untuk keberangkatan pada siang-sore hari dibanderol dengan harga Rp914 ribu hingga Rp2,7 juta. Sementara untuk keberangkatan pada Senin (26/9/2022) dari berbagai maskapai penerbangan harga tiket pesawat dibanderol mulai Rp 880 ribu hingga Rp1,9 juta.

Sebelumnya, Plt Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono menjelaskan sudah terjadi penurunan harga tiket pesawat pada waktu bukan puncak seperti hari kerja.

“Setelah melakukan kampanye kita ada turun 8-17% (harga tiket pesawat) pada waktu yang bukan peak. Itu turunnya lumayan,” kata Nur Isnin dalam Rapat dengan Komisi V DPR RI, Selasa (13/9/2022) lalu.

Sehingga, Kementerian Perhubungan memang melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tidak bepergian pada akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu. Sebabnya maskapai tidak bisa menurunkan harga tiket jika okupansi pesawat sepi. (Red)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here