Update Tragedi Kanjuruhan, Korban Tewas Bertambah Capai 174 Orang, 309 Luka

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak. Foto : instagram@emildardak

Malang (Sigijateng.id) –  Jumlah korban tewas tragedi Kanjuruhan terus bertambah. Data terbaru, yang dicatat BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim jumlah korban tewas akibat kericuhan usai pertandingan Arema FC dan Persebaya itu mencapai 174 orang.

Data terbaru tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak saat menjelaskan perkembangan terkini tentang tragedi Kanjuruhan Malang.

“Data BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim pada jam 09.30 WIB tadi masih 158, tapi pas jam 10.30 tadi jadi 174,” kata Emil, Minggu (2/10/2022).

Selain itu, menurut Emil, total ada 11 orang luka berat. Adapun 298 orang lainnya mengalami luka ringan.

Tragedi Kanjuruhan tewaskan seratusan orang. Foto : tangkapan layar medsos

Emil juga mengatakan ada 8 rumah sakit rujukan untuk para korban. Yakni RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, Klinik Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, RSI Gondanglegi, RSU Wajak Husada, RSB Hasta husada, dan RSUD Mitra Delima.

Emil menambahkan, sebagian jenazah sudah teridentifikasi. Sebagian lainnya masih belum. “RS Saiful Anwar tadi sudah membantu identifikasi. Ada lebih dari 10 korban jiwa yang belum bisa teridentifikasi,” papar dia.

“Kalau ada keluarga yang mau lapor itu poskonya (crisis center) ada di depan Balai Kota Malang. Kontaknya 112, di BPPD Kota Malang,” lanjutnya.

Untuk diketahui, tragedi Kanjuruhan terjadi setelah laga Arema FC vs Persebaya pada lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10).

Persebaya menang 3-2 atas Arema. Selanjutnya, para suporter Arema yang tidak senang dengan hasil itu pun menyerbu lapangan.

Kericuhan tidak terelakkan. Suporter dan pihak kepolisian saling serang, berujung tembakan gas air mata. Situasi makin mencekam, kepanikan tak terhindarkan. Banyak korban yang alami sesak nafas yang berujung meninggal dunia. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here