Tragedi Kanjuruhan, KemenPPPA : 17 Anak Meninggal dan 7 Alami Luka Atas Insiden Itu

Ilustrasi. Foto : pixabay.com

Malang (Sigijateng.id) –  Jumlah korban tewas tragedi Kanjuruhan terus bertambah. Data terbaru, yang dicatat BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim jumlah korban tewas akibat kericuhan usai pertandingan Arema FC dan Persebaya itu mencapai 174 orang.

Dari jumlah tersebut, menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), 17 korban tewas di antaranya merupakan anak-anak. KemenPPPA mengimbau keluarga yang kehilangan anak-anaknya dalam peristiwa itu agar melapor.

Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KPPPA, Nahar, mengatakan hingga saat ini sedikitnya ada 17 anak yang meninggal dan 7 anak mengalami luka-luka. Nahar menambahkan masih ada beberapa anak yang menjadi korban insiden berdarah itu belum diketahui identitasnya.

“Data yang masuk, 17 anak meninggal dan 7 dirawat, tapi kemungkinan bisa bertambah,” kata Nahar dalam keterangannya, Minggu (2/10/2022).

Nahar mengatakan, anak-anak yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut kebanyakan berusia 12-17 tahun. Pihaknya bersama Dinas PPPA Provinsi dan Kota Malang masih terus memastikan jumlah anak yang meninggal serta korban luka-luka yang memerlukan perawatan fisik dan psikis lanjutan.

“Kami terus memastikan data berapa anak yang meninggal, yang luka, dan perlu perawatan fisik dan psikis lanjutan,” katanya.

“Diimbau yang kehilangan anggota keluarganya, termasuk anak-anak yang menonton atau ada di sekitar tempat kejadian, agar melapor dan menginformasikan data anak atau keluarganya yang hilang,” imbuhnya.

Seperti diketahui, tragedi seusai pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang menimbulkan banyak korban jiwa.

Tragedi Kanjuruhan ini menjadi kabar duka bagi dunia sepakbola Tanah Air. Selain itu, ada seratusan warga yang masih dalam perawatan.

Kericuhan bermula saat para suporter menyerbu lapangan setelah timnya kalah melawan Persebaya. Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.

Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak saat menjelaskan perkembangan terkini tentang tragedi Kanjuruhan Malang. “Data BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jatim pada jam 09.30 WIB tadi masih 158, tapi pas jam 10.30 tadi jadi 174,” kata Emil, Minggu (2/10/2022).

Selain itu, menurut Emil, total ada 11 orang luka berat. Adapun 298 orang lainnya mengalami luka ringan.

Emil juga mengatakan ada 8 rumah sakit rujukan untuk para korban. Yakni RSUD Kanjuruhan, RS Wava Husada, Klinik Teja Husada, RSUD Saiful Anwar, RSI Gondanglegi, RSU Wajak Husada, RSB Hasta husada, dan RSUD Mitra Delima.

Emil menambahkan, sebagian jenazah sudah teridentifikasi. Sebagian lainnya masih belum. “RS Saiful Anwar tadi sudah membantu identifikasi. Ada lebih dari 10 korban jiwa yang belum bisa teridentifikasi,” papar dia.

“Kalau ada keluarga yang mau lapor itu poskonya (crisis center) ada di depan Balai Kota Malang. Kontaknya 112, di BPPD Kota Malang,” lanjutnya. (Red)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here