Tingkatkan Ekonomi Lokal, KWT Desa Mondoretno Gelar Pasar Pagi

Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Mondoretno gelar pasar pagi.(Foto. elviana/tim KKN UIN Walisongo)

Temanggung (Sigijateng.id) – Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Mondoretno, Ariati (60) terus berusaha meningkatkan perekonomian masyarakat local. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan memprakarsai pasar pagi yang digelar di Desa Mondoretno.

“Awal mulanya pasar pagi ini diadakan untuk memperjualbelikan hasil pekarangan warga, sebab jika saya lihat meskipun kita mayoritas adalah petani, tapi orang-orang masih membeli sayur dan bahan pangan dari luar,” ujar Ariati saat ditemui di pasar pagi Minggu, (3/7/2022).

Menurutnya, pasar pagi ini mulai mengalami perkembangan, yang awalnya hanya menjual bahan pangan, kini lebih beragam seperti adanya stand pakaian hingga pernak-pernik.

“Seiring berjalannya waktu, pasar pagi yang dulunya hanya menjual makanan, dalam perkembangannyamenjadi semakin beragam, ada yang menjual jajanan tradisional, pakaian bahkan sampai pernak-pernik,” tuturnya.

Dirinya berharap dengan adanya pasar pagi ini dapat membantu warga dalam memasarkan produk usahanya secara berkelanjutan.

Sementara itu, salah satu anggota KWT mengungkapkan telah menyediakan lapak untuk warga berjualan di pasar pagi ini. Partisipasi masyarakat pun dinilai sangat antusias untuk meramaikan.

“Partisipan pasar pagi ini cukup banyak, demikian juga dengan antusias pembelinya, biasanya ketika pembukaan Hari Minggu di awal bulan bisa sampai 30 lapak dengan gerai yang bermacam-macam.” ujar  Novi.

Lebih lanjut Novi mengatakan, agenda rutin pasar pagi diadakan setiap Minggu Pahing, Legi dan Kliwon. Pasar pagi ini dinilai menjadi wadah untuk memberdayakan dan mengembangkan ekonomi lokal masyarakat setempat, karena konsep yang diusung adalah dari, oleh dan untuk warga.

Salah seorang pembeli, Wati (41) mengaku senang membeli berbagai kebutuhan di pasar pagi. Menurutnya, hal tersebut juga sebagai bentuk saling bahu-membahu dalam mensejahterahkan warga desa.

“Senang bisa membeli produk-produk milik tetangga sendiri, seperti jargon yang diusung pasar pagi ini kan juga, ayo beli produk tetangga.Jadi kita bisa mendapatkan barang yang kita butuhkan sekaligus mampu menyokong ekonomi mikro satu sama lain,” ucap Wati. (Elviana –Tim KKN UIN Walisongo/Dye)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here