Sadis! Tiga Mahasiswa AMNI Dikeroyok 20 Orang Kelompok Geng BK, Dibacok dengan Celurit Lalu Dilindas dengan Motor

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dalam jumpa pers Jumat (7/8/2022) ( foto tangkapan layar instagram)

SEMARANG (sigijateng.id) – Peristiwa pengeroyokan sadis terjadi Kota Semarang, pada tengah tengah malam atau dini hari, Minggu (31/7/2022).

Tiga orang mahasiswa Universitas Maritim AMNI Semarang dikeroyok oleh 20 orang yang tidak dikenalnya dan tidak ada sebab musababnya.  

Akibat kejadian itu, ketiga mahasiswa alami luka berat, bahkan sampai hari ini satu dari tiga mahasiswa masih koma di rumah sakit.

Jajaran Satreskrim Polrestabes Semarang yang menerima laporan ini langsung melakukan pengejaran pelaku. Dan kini, Petugas unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polrestabes Semarang sudah berhasil menangkap lima orang terdua pelaku pengeroyokan.  Dan polisi masih mengejar 15 orang lainnya yang terlibat dan kejadian itu dan kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar dalam jumpa pers Jumat (7/8/2022)  mengatakan, peristiwa ini terjadi di kawasan Jalan Dokter Cipto Semarang.

Adapun identitas ketiga mahasiswa Universitas Maritim AMNI Semarang yakni Yulius Agung (19) warga Tayan Hulu, Kalimantan Barat, Kori Andika (21) dan Bayu Wahana S (19).

Sampai saat ini korban Yulius dalam kondisi kritis akibat luka  bacokan sajam jenis celurit di bagian kepala. Sedangkan dua korban lainnya, Kori dan Bayu alami luka lebam dan sudah kembali tidak dirawat di rumah sakit.

Lima tersangka yang berhasil diamakan polisi yakni Ramadhani Wibi S (21) M Amirul Adli Zakka (20), Aziz Saputa N,(22)  dan dua lainnya masih berumur 16 dan 17 tahun.

“Tersangka adalah anggota geng BK. Masih ada 15 orang lainnya menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) dan kini dalam pencarian,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar yang didampingi Wakapolrestabes AKBP Yuswanto Ardi dan Kasat Reskrim AKBP Dony Lombantoruan.

Diterangkan Kombes Irwan, sebelum beraksi puluhan orang yang sebagian masih di bawah umur ini ini berpesta miras di kawasan Pasar BK Semarang Barat. Setelah itu, dalam keadaan pengaruh alokohon minuman keras,  mereka naik 10 sepeda motor mutar-mutar untuk cari musuh.

Pada saat sampai di Jalan Thamrin Semarang, bertemu dengan tiga mahasiswa (korban) yang saat habis makan nasi goreng. Keiga korban juga naik sepada motor.

Ketika sampai ii kampung kali, ketiga mahasiswa itu diteriaki para pelaku yang berjumlah lebih kurang 20 orang. Korban yang mengira teriakan itu dari rekannya akhirnya melambatkan laju motornya.

Namun dugaan korban ternyata salah. Begitu sampai di TL Pertigaan JL Mataram- Kp Kali-Jl Kartini tiba-tiba salah seorang pelaku membacok Yulius yang saat itu mengenakan helm hingga tembus ke kepala.

“Korban yang merasa terjepit lalu belok ke arah Dr Cipto, namun para pelaku tetap mengejar dan memepet korban. Salah satu pelaku kembali menyabetkan celuritnya ke wajah korban,” katanya.

“Korban Yulius yang sudah terluka parah akhirnya terjatuh. Saat jatuh salah satu pelaku berbama Adli Zakka melindas tubuh korban dan mengenai perut. Sementara dua korban lari dan bersembunyi di gorong-gorong sungai,” imbuh Kombes Irwan Anwar.

Setelah mendapat laporan petugas Unit Pidum langsung bergerak. Kali pertama petugas menangkap DC dikawasan Gayamsari, setelah dilakukan pengembangan petugas membekuk Ramadhani yang melakukan pembacokan terhadap korban Yulius dikawasan Jalan Muradi dan AWC di Jalan Sri Nindito.

Sementara pelaku yang melindas yaitu Adli Zaka menyerahkan diri ke unit Pidum pada Kamis (4/8).

Dari kasus ini, petugas unit pidum mengamankan barang bukti berupa celurit, dan beberapa sepeda motor milik pelaku yang digunakan pada saat melakukan kejahatan.

Para tersangka dijerat dengan pasal 170 KUHpidana dengan ancaman hukuman setidaknya sembilan tahun penjara. (asz)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here