Tertidur Saat Khutbah Shalat Jumat, Apakah Wudhunya Batal?

Ilustrasi: Wakil Gubernur Jateng Gus Yasin saat khutbah Gerhana Bulan, Rabu malam (26/5/2021). ( foto humas pemprov jateng)

SIGIJATENG.ID –  Banyak terjadi ketika khutbah sholat jumat, banyak jamaah yang mengantuk atau tertidur. Tentu kebanyakan jamaah adalah tidur dengan posisi duduk.

Padahal tidur adalah salah satu penyebab batalnya wudhu seseorang. Namun saat sedang khutbah shalat jumat, banyak jamaah yang tertidur dengan nyaman. Lalu apakah wudhu mereka batal?

Rasulullah Saw bersabda,

وِكَاءُ السَّهِ الْعَيْنَانِ، فَمَنْ نَامَ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Pengikat dubur itu kedua mata, maka siapa saja yang tidur wajib baginya berwudhu.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu)

Makna Hadits ini, saat seseorang sadar atau bangun, ia bisa menjaga agar tidak keluar sesuatu melalui duburnya, namun saat ia tidur ia tidak mampu lagi menjaga hal tersebut, dan sangat mungkin ada yang keluar tanpa ia sadari.

Namun, jika tidur dalam posisi duduk dengan pantat menempel ke lantai atau tempat duduknya, tidak membatalkan wudhu. Seperti duduk bersila, maka pantat menempel di lantai.

Ulama Syafi’iyyah menjelaskan syarat-syarat tidur yang tidak membatalkan ini, yaitu:

1. Tidur dalam posisi duduk, dengan pantat menempel di lantai atau tempat duduk, yang membuat tidak mungkin angin bisa keluar dari duburnya.

2. Proporsi tubuh orang yang tidur ini normal, tidak terlalu gemuk, juga tidak terlalu kurus.

3. Saat ia bangun, posisinya tidak berubah dari posisi saat ia tidur.

4. Tidak ada seorang yang ma’shum (terbebas dari kesalahan, seperti seorang Nabi) yang memberitahu bahwa ia telah keluar angin saat tidur.

Dari penjelasan yang diberikan di atas, maka jika seseorang tertidur akan tetapi posisi tidurnya masih dapat menahan pantatnya agar masih menempel dengan lantai maka wudhunya tidak batal.

Waallahu a’lam. (aris)

Berita Lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here