Ternyata Cuaca Mampu Pengaruhi Suasana Hati Manusia, Cek Faktanya!

    A dramatic shot of a lonely sad person from behind with a hoodie sitting near the sea thinking about life

    SIGIJATENG.ID – Pernahkah saat cuaca sedang mendung atau hujan anda jadi merasa mellow dan galau sendiri tanpa ada penyebabnya? Atau mungkin ketika matahari bersinar dengan terang, anda mungkin bisa lebih bersemangat daripada hari kemarin saat mendung dan hujan.

    Anda mungkin hanya merasa bahwa itu adalah perubahan suasana hati biasa, tapi faktanya, cuaca ternyata benar-benar dapat mempengaruhi suasana hati. Kondisi ini dikenal dengan istilah seasonal affective disorder (SAD).

    Wah apa itu Seasonal Affective Disorder? Simak penjelasannya di sini!

    Seasonal affective disorder (SAD) adalah jenis gangguan depresi dengan pola musiman, di mana episode depresi utama seseorang terhubung ke musim tertentu. Di negara yang memiliki empat musim, musim dapat mempengaruhi orang-orang di musim gugur atau musim dingin, sebagian kecil orang juga mengalami SAD selama musim semi dan musim panas.

    Dikutip dari US Modius Health, cahaya matahari menyebabkan tubuh memproduksi vitamin D yang mendorong produksi serotonin. Serotonin ini dapat meningkatkan suasana hati.

    Berbanding terbalik ketika cuaca hujan dan berawan, vitamin D tidak didapatkan dengan maksimal sehingga mempengaruhi level serotonin di otak. Tubuh yang sedikit mendapatkan cahaya matahari dapat merangsang produksi hormon melatonin yang membuat seseorang mudah mengantuk, sedih dan merasa kesepian.

    Lalu, faktor yang kedua adalah kelembaban. Kelembaban dapat membuat seseorang merasa lelah dan membuat cepat marah serta banyak yang percaya ini adalah konsekuensi dari tekanan biometrik pada tubuh.

    Ada juga penelitian yang menunjukkan bahwa suhu yang lebih hangat dapat membuat seseorang merasa mudah tersinggung dan lebih agresif, sedangkan suhu yang lebih dingin dapat menyebabkan perasaan lesu.

    Beberapa orang tidak setuju bahwa suasana hati adalah dampak cuaca murni fisiologis. Beberapa lagi percaya bahwa cuaca memiliki dampak psikologis yang mendalam pada diri seseorang.

    Sebagian lainnya percaya bahwa cuaca mengubah perilaku sosial dan memiliki dampak terbesar pada suasana hati. Contohnya, hari yang cerah membuat orang merasa lebih bahagia dan bersemangat untuk berkumpul di luar bersama.

    Sebagian besar penelitian menemukan bahwa cuaca yang suram dan mendung dapat membuat seseorang lebih introspeksi dan rentan terhadap perasaan negatif. Sinar matahari dan suhu yang lebih hangat, di sisi lain, berpotensi membuat seseorang merasa lebih bahagia dan lebih positif.

    Jika anda menemukan bahwa suasana hati sangat dipengaruhi oleh perubahan cuaca, anda harus mencoba mengidentifikasi manfaat dari cuaca yang hujan dan mendung sekalipun.

    Psikolog telah menemukan bahwa cuaca yang mendung dapat membuat seseorang merasa murung. Hal itu meningkatkan kemampuan untuk fokus lebih intens dan terlibat dalam pemikiran yang lebih dalam. Penelitian juga mengungkapkan bahwa hari berawan berpotensi meningkatkan daya ingat.

    Jika anda sedang berjuang dengan perubahan suasana hati, cobalah untuk menyesuaikan tugas dan aktivitas pada hari-hari tertentu agar lebih sesuai dengan cuaca, misalnya memanfaatkan hari-hari yang cerah. Penelitian telah menemukan bahwa seseorang pada umumnya perlu menikmati hari yang cerah setidaknya selama 30 menit sebelum mereka dapat mulai mengalami perbaikan suasana hati.

    Jadi anda tidak perlu merasa galau sepanjang hari saat cuaca sedang mendung, sebab yang dapat mengontrol emosi apa yang anda rasakan adalah diri anda sendiri. (akhida)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here