Tergerus Aliran Sungai, Fondasi Jembatan Penghubung Pekalongan – Pemalang Ambrol

Jembatan di perbatasan Kecamatan Kajen-Kesesi, Kabupaten Pekalongan, yang dibangun sejak 1982 pondasinya ambrol. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (1/10) malam. Foto : Edi M / sigijateng.id

Pekalongan (Sigijateng.id) –  Tergerus derasnya aliran sungai, sebuah jembatan di perbatasan Kecamatan Kajen-Kesesi, Kabupaten Pekalongan, yang dibangun sejak 1982 pondasinya ambrol. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (1/10) malam.

Akibat amblasnya fondasi di sisi timur ini, jalan milik Provinsi Jateng yang merupakan jalur utama penghubung Kecamatan Kajen dan Kesesi serta menghubungkan Pekalongan dengan Kabupaten Pemalang ditutup untuk sementara.

Sekretaris Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, Ali Huda mengatakan bahwa memang jembatan di ruas jalan provinsi ini, kewenangannya ada pada pihaknya. Dan kejadian yang terjadi pada 1 Oktober 2022, di laporannya terjadi pada pukul 18.30 WIB.

“Kami berterimakasih kepada rekan-rekan Pemkab Pekalongan, atas gerak cepatnya untuk mengamankan lalu lintas di sini. Sehingga jembatan perlu ditutup, satu butuh evaluasi, apakah masih terjadi kemungkinan hal yang membahayakan dan untuk perencanaan penanganannya,” kata dia, saat dilokasi pada Minggu (2/10/2022). 


Jembatan di perbatasan Kecamatan Kajen-Kesesi, Kabupaten Pekalongan, yang dibangun sejak 1982 pondasinya ambrol. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (1/10) malam. Foto : Edi M / sigijateng.id

“Hari ini kami ke lokasi untuk cek kebutuhan penanganan, dan ini mulai action, insyaallah besok sudah ada pergerakan penanganan. Intinya, kami melakukan pengamanan terlebih dahulu,” sambungnya. 

Untuk perencanaan teknis, lanjut Huda, saat ini sedang diselesaikan, kebetulan tahun 2019 sudah proses perencanaan. Sehingga mungkin data-data teknis yang diperlukan tanah dan sebagainya akan mengacu hal itu.

“Mudah-mudahan segera bisa kita selesaikan. Estimasi, butuh tiga bulan. Di bulan pertama kita bisa menyelesaikan konstruksi bawahnya. Sementara kita asumsikan konstruksi bawahnya menggunakan beton. Dengan fondasi sumuran, semoga bisa tertangani.,” jelasnya. 

Dia mengungkapkan jika melihat kondisi tanah, gerakan ini akibat ada tarikan arus air yang cepat dengan dibukanya bendungan Gembiro. Bisa jadi ada kaitannya dengan itu. “Nanti biar teman-teman BBWS akan dikumpulkan Pemkab Pekalongan,” ungkapnya.

“Terkait untuk kepentingan bagi masyarakat petani tentu akan dikaji secara teknis. Mudah-mudahan dicarikan dan disinergikan tidak ada yang terganggu atas kejadian ini,” imbuh Huda.

Amblasnya fondasi jembatan yang memiliki panjang 44 meter dan lebar 7 meter, pihak pemerintah daerah setempat akan menyiapkan jalur alternatif bersama Polres dan Dishub setempat. Sehingga jalur ekonomi tidak terganggu.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengatakan arus lalu lintas dialihkan sejak Sabtu malam. Akses ke jembatan telah ditutup.

“Fondansi jembatan ambles pada Sabtu malam, ini sangat membahayakan. Sejak semalam kita lakukan penutupan akses ke jembatan dan langsung kita alihkan arus kendaraan,” kata Arief saat dilokasi. (Red)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here