Teks Khutbah Jum’at November 2022, Asbabul Nuzul dan Faidah Makna Surat al Ashr

Ilustras Khutbah Jumat : Masjid Raya Madaniyah Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. ( footdok sigijateng.id)

SIGIJATENG.ID – Berikut ini naskah atau teks khutbah Jumat, yang bisa Anda baca saat Anda mendapat tugas sebagi khotib. Anda bisa mengambil sebagian atau semuanya.

Naskah atau teks khutbah Jumat edisi November 2022 ini berjudul Asbabul Nuzul dan Faidah Makna Surat al Ashr.

Khutbah I

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ—-

–يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا—

–يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا—

أَمَّا بَعْد

Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah memberikan kita kesempatan untuk bertatap muka ditempat yang paling mulia dari semua tempat dimuka bumiNya yang semoga semua kita selalu dalam keberkahan dan rahmat dariNya dalam keadaan sehat wal ‘afiyat, sungguh segala kemudahan yang Allah berikan untuk hambaNya dan nikmat yang tak kan terhitung jumlahnya

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada nabi kita Muhammad ﷺ yang telah menuntun kita ummat manusia dari jalan kegelapan menuju terangnya jalan keimanan

Jamaah Jumah Rohimakumullah

Melalui khutban jumat ini, saya sebagai khotib mengajak semuanya, tak terkeculia pribadi khotib untuk terus meningkatkan ketaqawaan kepada Allah. Berusaha menjalankan perintah Allah dan menjuahi semua larangan-larangan-Nya.

Berulang kali Allah ﷻ menuntun kita untuk selalu bertakwa kepadaNya, dan sesungguhnya Allah ﷻ telah menyiapkan segala hal yang menyenangkan hati untuk orang-orang yang bertakwa

Allah ﷻ berfirman

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ – ١٣٣

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa” Qs. Ali Imran 133

Menjadi seorang muslim yang baik adalah menjadi mukmin yang bertakwa, takwa dalam artian berusaha semaksimal mungkin untuk mengerjakan segala perintahNya dan berusaha sekuat tenaga untuk menjauhi laranganNya. Ketakwaan adalah proses yang mulia dengan ganjaran yang teramat sangat mulia, SurgaNya yang kekal abadi

Jamaah Jumat Rohimakumullah

Menjadi muslim yang baik adalah menjadi pribadi yang hebat dan disiplin, menjadi pribadi yang tangguh lagi visioner, tidak rapuh dan tidak mudah jatuh, memiliki tujuan mulia dalam hidupnya the great purpose dalam setiap langkahnya

Nabi ﷺ mengabarkan dalam salah satu sabdanya

المؤمنُ القويُّ خيرٌ وأحبُّ إلى اللهِ مِنَ المؤمنِ الضَّعيفِ وفي كلٍّ خيرٌ

“ Seorang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah namun disetiap keduanya memiliki kebaikan”. HR. Muslim 2664

Seorang mukmin yang kuat imannya kuat mentalnya dan kuat pula semangatnya adalah orang – orang yang hebat diantara mukmin lainnya, Rasulullah ﷺ ajarkan kita agar menjadi pribadi yang kuat dengan memanfaatkan kesempatan yang ada, sebagaimana yang beliau sabdakan setelahnya

احْرِصْ على ما يَنفعُكَ، واسْتَعنْ باللهِ ولا تَعجزْ

“ Bersemangatlah engkau terhadap hal yang bermanfaat bagimu!, dan mintalah pertolongan kepada Allah serta jangan Lemah!”. HR. Muslim 2664

Beliau Nabi Muhammad ﷺ perintahkan kita agar bersemangat dalam setiap hal yang bermanfaat !, bersemangat dalam menuntut ilmu, bersemangat dalam beribadah, bersemangat dalam mengembangkan diri, bersemangat menjadi manusia yang bermanfaat, menjadi mukmin yang akan dikenang namanya sebagai pribadi yang baik pribadi yang saat orang kehilangannya, namun jasa dan kebaikannya terus ada dan tetap ada, karena sebaik – baik orang mukmin adalah dia yang bermanfaat bagi orang lain

Jamaah Jumat Rohimakumullah

Menjadi pribadi yang baik membutuhkan satu modal utama, yang mana semua manusia dan seluruh makhluk di alam semesta memilikinya, yaitu Waktu, begitu urgen dan pentingnya waktu bagi kita.

Allah ﷻ ajarkan kepada kita bahwa waktu adalah modal utama manusia, diantara manusia ada yang menggunakan waktunya dengan baik sehingga dia beruntung sebagian lainnya menyia – nyiakan waktu yang ada sehingga dia menyesal

Saking urgennya waktu, di Al Qur’an ada satu surat yang hanya berisi tentang waktu, surat yang teramat singkat namun padat dan sarat makna. Yakni Surat Al Ashr.

Allah ﷻ memulai firmanNya bersumpah dengan waktu, menggambarkan betapa agung dan besarnya urgensi waktu itu sendiri, setiap kita memilikinya, dengannya kita bisa menjadi pribadi yang hebat dan dengannya pula kita bisa gagal dan merana

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالْعَصْرِۙ – ١

“Demi masa,” 103:1

Kemudian Allah ﷻ menggambarkan bahwa banyak dari manusia yang melalaikan waktu, yang tidak memanfaatkan waktu itu dengan sebaik – baiknya, yang tidak menjadikan waktu sebagai sarana kesuksesannya di dunia dan akhiratnya, mereka adalah mayoritas dari kita,

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ – ٢

“sungguh, manusia berada dalam kerugian,” 103:2

Sungguh amat merugi manusia, melalaikan setiap detik dalam hidupnya. Namun ada sebagian dari kita, dari manusia yang sadar akan urgensi dari waktu dalam hidupnya, yang berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki jalan hidupnya, yang beramal kebajikan melakukan hal yang bermanfaat untuk menapaki kesuksesannya di dunia dan di akhiratnya kelak, mereka yang Allah ﷻ sebutkan di akhir surat yang mulia ini,

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ – ٣

“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran” 103:3

Mereka adalah orang – orang yang Allah kecualikan, mereka beriman dan beramal kebaikan, mereka memanfaatkan waktunya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, mereka saling menasihati / megingatakan saudaranya dalam kebenaran dan kesabaran, maka jadilah kita bagian dari mereka jika belum bisa maka jadikanlah orang – orang seperti mereka teman baik kita.

Teman dekat itu menarik kita, membawa kita, jika mereka baik, kita akan terikut, jika mereka buruk, maka tiada saran dan nasihat dari mereka kecuali menuju kebinasaan

Jamaah Jumat Rohimakumullah

Surat Al ashr termasuk surat makiyah karena turunnya di Mekah. Adapun asbabun nuzul dari surat Al Ashr  ini, dikutip dari buku Juz Amma for Kids, Meti Herawati (2015: 38), menurut Muhammad Abduh berkaitan dengan kebiasaan dari masyarakat Arab.

Di sore hari, mereka suka duduk dan bercakap-cakap membicarakan tentang berbagai hal dalam kehidupan sehari-hari. Banyak pula yang membanggakan asal usul nenek moyang mereka. Kedudukan serta harta kekayaan mereka yang mengakibatkan pembicaraan mereka tidak memiliki arah yang jelas dan seringkali menimbulkan pertikaian dan permusuhan.

Maka sebagian dari mereka ada yang mengutuk waktu Ashar. Menganggap waktu Ashar adalah waktu yang celaka, waktu yang naas, banyak bahaya yang terjadi pada waktu asar. Dari kejadian ini kemudian Allah SWT menurunkan surat Al-Ashr yang menjelaskan mengenai kerugian menusia yang menyia-nyiakan waktu asar.

Jamaah Jumat Rohimakumullah

Al Imam asy Syafi’i rahimahullah sang alim ulama dunia pernah berkata menggambarkan betapa agungnya pesan yang tersampai dalam surat ini dalam sebuah perkataannya yang masyhur dalam kitabnya Tafsir al Imam as Syafi’i 1461/3

لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هذه السورة لكفتهم

“Seandainya Allah tidak menurunkan Hujjah terhadap makhluknya kecuali surat ini (surat al ‘ashr) maka sungguh telah cukup”

Meskipun surat ini begitu ringkas namun makna yang dikandungnya amatlah luas, sehingga jikalau di muka bumi ini hanya ada satu surat ini saja yang Allah turunkan maka niscaya menjadi cukup sebagai pengingat untuk hamba – hambaNya

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ منِّيْ وَمِنْكُمْ تَلاَوَتَهُ إِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ، لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

(Asz)

BERITA LAINNYA:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here