Tausiyah Buya Yahya: Inilah Cara Agar Hati dan Pikiran Tetap Tenang

Tausiyah Buya Yahya: Inilah Cara Agar Hati dan Pikiran Tetap Tenang. (foto Thumbnail Al-Bahjah TV)

SIGIJATENG.ID – Dalam sebuah tausyiah Buya Yahya yang diunggah melalui kanal YouTube Al Bahjah TV pada bulan Agustus tahun 2018 seorang jamaah bertanya mengenai bagaimana cara agar hati dan pikiran tetap tenang, sebab kita sebagai manusia biasa ketika menjalani cobaan hidup sering kali merasa gelisah.

Buya Yahya menjawab, “Tenangnya hati dan pikiran bukan karena jasad, sehingga yang harus ditenangkan itu hatinya, bukan berarti tenangnya hati itu karena banyak duit, bukan. Itu orang kaya juga kadang-kadang gelisah. Bukan karena ketenangan hati itu karena punya suami yang ganteng atau istri yang cantik, bukan.”

Buya Yahya menjelaskan ketenangan hati itu murni dari dalam hati kita, tinggal sekarang itu bagaimana agar hati itu tenang lalu memberikan penjelasannya,

“Jawabannya sederhana, hati dan pikiranmu engkau sambungkan dengan apa dan siapa? Kalau hati dan pikiranmu engkau sambungkan dengan sesuatu yang membuat gelisah maka jadi gelisah. Coba kalau hati dan pikiran mu. Orang boleh bergantung pada dunia tapi tidak boleh menggantungkan hati dan pikiran dengan dunia tersebut,” terang Yahya.

“Sehingga kalau orang menggantungkan hatinya, terikat dengan dunia maka coba lihat jika saat dia tidak mendapatkannya dia gelisah. Saat dia mendapatkan pun hatinya susah untuk tenang.”

“Ada orang yang kehilangan uang tenang saja kok, karena hatinya tidak terikat dengan dunia, ketenangannya karena hati terikat dengan Allah. Kalau hatinya terikat dengan Allah, duitnya ilang dia malah ngasih ke orang lain, semilyar bangun pondok.”

Kalau urusan hati kita terikat dengan Allah, apapun yang terjadi, di saat sakit, kalau hatinya kenal dengan Allah maka dia akan tahu, ada imbalan dari sakitnya di mata Allah.

“Maka rasa sakit akan reda dengan sendirinya, dirasa tidak terlalu sakit. Begitulah sebenarnya ujian Allah di dunia ini, tergantung harapan kita itu dimana, ada orang putus asa lalu bunuh diri, maaf itu sebenarnya dia orang dungu.” Terang buya.

“Orang gelisah itu sebenarnya dia tidak punya Tuhan, kalau dia punya Allah, biasakan dekat dan ingat dengan Allah, karena dengan mengingat Allah menjadi tenang hati.”

“Bukan dengan tumpukan harta kita jadi tenang dan Bahagia, coba kita lihat orang di kampung-kampung, gaji sehari untuk makan sehari, tenang dia, hidupnya no problem, canda ria dengan istrinya. Tidak pernah punya problem dia.”

“Banyak orang yang gelisah karena kebanyakan duit, ada banyak. Maka dengan banyak menyebut nama Allah, ingat dengan Allah maka akan menemukan ketentraman. Susah yang sesungguhnya itu ketika dia jauh dari Allah.”

“Kalau sudah jauh dari Allah cobaan kecil pun jadi sangat susah, tapi kalau dengan Allah cobaan sebesar apapun dia tidak merasa susah, bencana apapun bisa berbahagia. Berkumpullah dengan orang-orang saleh, karena di dalamnya ada rahmat Allah yang turun, walaupun rasanya tidak terlihat, tapi ia akan menemukan kebahagiaan yang Panjang.”

Biasakan untuk merenung, merenungi bahwa dunia itu rendah, walaupun mencari dunia itu hanya untuk Allah, bukan untuk kerakusan kita. (akhida)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here