Tanggul Kali Beringin Mangkang Bocor, Satu Sekolah dan 75 Rumah Terendam

Seorang siswa sekolah tengah berjalan saat banjir terjadi di Kelurahan Mangkang Wetan dan Mangunharjo karena bocornya tanggul Sungai Beringin. (Foto. Dok. Mushonifin/sigijateng.id)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Sebanyak 75 rumah dan satu sekolah dasar (SD) terendam banjir di Kelurahan Mangkang Wetan dan Mangunharjo terdampak karena bocornya tanggul Sungai Beringin, Senin (17/1/2022) petang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bertindak cepat untuk melakukan penanganan banjir di dua kelurahan tersebut, dengan mendirikan dapur umum, membersihkan rumah warga yang sisa banjir, dan memberikan bantuan logistik kepada para korban.

“Total ada 75 rumah yang terdampak, ratusan lainnya tidak sampai masuk rumah. Selain itu juga ada satu sekolah yakni SD N Mangkang Wetan 1 yang sempat terendam,” kata Camat Tugu, Kusnandir usai melakukan pembersihan material banjir bersama TNI-Polri dan relawan, Selasa (18/1/2022).

Menurut informasi yang dihimpun, ada beberapa titik tanggul yang jebol karena rembesan air dari parapet yang dipasang BBWS Pemali – Juwana yang sedang melakukan normalisasi Sungai Beringin. Total ada empat titik tanggul dengan panjang jebol mulai 1 meter, hingga yang paling panjang lima meter.

“Tanggul ini ada disebelah parapet, ada empat titik yang jebol. Kita juga sudah berkoordinasi dengan BBWS dan dinas terkait untuk melakukan perbaikan sementara,” tuturnya.

Dengan hampir rampungnya pembebasan lahan di Sungai Beringin, Kusnandir berharap normalisasi bisa segera rampung sesuai target yakni November mendatang, sehingga banjir di wilayah Mangkang Wetan, Kulon dan Mangunharjo bisa diminimalisir.

Sampai berita ini ditulis, BPBD Kota Semarang, masih mendirikan dapur umum untuk memenuhi logistik warga, dibantu oleh Dinas Ketahanan Pangan. Selain itu, Dinas Sosial juga memberikan bantuan berupa kasur, handuk, pakaian bayi, dan keperluan anak-anak untuk sekolah.

“Kita sudah distribusikan bantuan ini, karena banjir kemarin,adalah banjir kiriman dari daerah atas yang hujannya lebat. Padahal di bawah kemarin terang, jadi warga tidak sempat melakukan evakuasi,” tuturnya.

Selain kiriman air dari wilayah atas, kata dia, banjir terjadi karena aliran air Sungai Beringin tidak lancar. Contohnya di RW 7 Kelurahan Mangkang Wetan, memiliki jembatan di atas sungai yang rendah.

Rendahnya jembatan, membuat sampah berupa bambu, kayu, kasur dan lainnya tersangkut sehingga air sungai meluber ke perkampungan.

Ke depan jembatan ini akan dibongkar, apalagi BBWS sudah membangun jembatan pengganti yang lebih tinggi tak jauh dari jembatan lama.

“Sampah menyumbat ini membuat beban tanggul tinggi sehingga ada yang bocor hingga akhirnya jebol dan masuk ke pemukiman,” katanya.

Sementara itu, Wahyu A salah satu warga yang terdampak banjir terparah terjadi di RT 1 RW 5 Kelurahan Mangkang Wetan. Rumah yang ditinggali bisa dibilang rumah yang paling parah terdampak banjir, karena titik bocornya tanggul tepat ada dibelakang rumah.

Daerah Mangkang yang tidak diguyur hujan pun membuat ia tidak bisa bersiap menyelamatkan harta benda yang ada di dalam rumah.

“Tidak sempat menyelamatkan barang-barang, tadi air tiba-tiba masuk sekitar pukul 16.30 petang, langsung tinggi. Semua elektronik, kasur dan barang-barang lain terendam dengan ketinggian selutut orang dewasa,” keluhnya.

Selain itu banjir juga menggenangi wilayah RW6, dan 7 di Kelurahan yang sama. Aliran air dari Sungai Beringin juga menggenangi jalan utama yang membelah Kelurahan Mangunharjo dan Mangkang Wetan tepatnya di RW 1 Kelurahan Mangunharjo, setinggi lutut. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here