Soal Status Kewarganegaraan Ahok, Gus Leman Siap Debat dengan Yusril

Pho Iwan Salomo, SH alias Gus Leman selaku Direktur Kantor Pengacara Muslim sekaligus Kepala Bidang Hukum Jam'iyyah Ahli Thariqoh Mu'tabaroh Indonesia (JATMI) Jawa Tengah. (Foto. Dok.)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Pernyataan Yusril Ihza Mahendra yang mengomentari status kewarganegaraan Ahok sebagai persyaratan pencalonan presiden mendapat reaksi berbagai pihak. Salah satunya adalah Pho Iwan Salomo, SH alias Gus Leman selaku Direktur Kantor Pengacara Muslim sekaligus Kepala Bidang Hukum Jam’iyyah Ahli Thariqoh Mu’tabaroh Indonesia (JATMI) Jawa Tengah.

Pernyataan Yusril pada salah satu Media online beberapa waktu lalu berkaitan dengan pilihan kewarganegaraan ayah Ahok yang memilih menjadi warga negara Republik Rakyat Tiongkok.

“Kenapa Pak Ahok tidak bisa menjadi presiden Indonesia, kami tahu persis, bisa dicek data-data di catatan sipil Bapak Ahok Tjoeng Kiem Nam, ketika ada penentuan kewarganegaraan pada tahun 1962 memilih warga negara RRT (Republik Rakyat Tiongkok),” kata Yusril dikutip di Jakarta, Senin (4/7/2022).

Menurut Yusril, Ahok lahir tahun 1966. Dengan begitu, status Ahok ketika lahir bukan warga negara Indonesia (WNI).

“Ahok warga negara RRT,” ucap mantan menteri sekretaris negara tersebut.

Gus Leman merasa keberatan mendengar statement Yusril bahwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak bisa menjadi presiden karena masalah kewarganegaraan yang kini ramai beredar di media sosial.

“Dari kami keberatan, karena yang menentukan berhak atau tidaknya seorang capres maupun cawapres itu adalah KPU, jadi bukan seorang pakar hukum tata negara,” ungkapnya, Kamis (7/7/2022)

Seperti diketahui bahwa Gus Leman sangat bersimpati dengan Ahok, dirinya mengakui sangat mengagumi Ahok.

Terlebih sekarang Ahok sudah menjadi seorang muslim. Maka dari itu pihaknya siap pasang badan untuk Ahok bilamana ada pihak pihak yang hendak mengganggunya.

Gus Leman menegaskan pandangan yang berbeda. Yusril tidak punya hak dan tidak perlu menyampaikan ini ke publik.

“Apa hak dan untungnya yusril menyampaikan mengenai hal ini ke publik, dari mana Yusril tahu dan apa tujuannya Yusril menyampaikan hal ini,” Ujarnya.

Gus Leman berpendapat saat ini belum ada Partai Politik yang hendak mengusung Ahok untuk menjadi presiden. Jadi tidak perlu dan tidak adanya fungsinya Yusril menyampaikan hal ini ke publik.

Begitupun kata dia, statement yang disampaikan Yusril sangat tidak beretika. Ia menyebut berdasarkan Peraturan KPU RI No 22 tahun 2018 Pasal 3 Peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden adalah Pasangan Calon yang diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik dan telah ditetapkan memenuhi syarat sebagai Peserta Pemilu.

“Seharusnya Yusril menyampaikan pendapat hukumnya kepada Partai Politik atau Gabungan Partai Politik yang hendak mengusulkan Ahok menjadi calon presiden dan atau kepada KPU RI jika ahok tidak bisa menjadi presiden RI. Apa Yusril itu tidak memikirkan perasaan ahok sebelum mengeluarkan statementnya,” ungkapnya.

Gus Leman berpendapat Yusril telah melanggar HAM dari ahok, jika Ahok dan saudara saudaranya menggugat Yusril maka sangat tepat dan pantas.

“Ibarat kata parpol yang mengusung ahok sebagai Presiden saja tidak ada, kenapa Yusril harus mengomentarinya sampai sangat jauh,” tegasnya

Gus Leman mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan menemui ahok untuk menyampaikan perasaan simpatik dan pernyataan sikap pasang badan jika ada pihak-pihak yang mendiskreditkan dan menzalimi Ahok.

Menurut Gus Leman hal ini berimbas dengan munculnya pendapat di public jika ayah ahok tidak cinta NKRI karena lebih memilih menjadi Warga Negara RRC.

Selain itu, Gus Leman juga menyatakan siap debat dengan Yusril kapanpun. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here