Sambut Peringatan Guru Nasional, JSIT Indonesia Minta Wejangan Ketua PGRI Jawa Tengah

SEMARANG (sigijateng.id) – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah menggelar Doa Bersama, Kamis (24/11) malam, menjelang pelaksanaan Puncak Hari Guru Nasional 2022.

Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui platform zoommeeting dan youtube JSIT Jateng Official. Dihadiri oleh ratusan kepala sekolah, guru, dan karyawan Sekolah Islam Terpadu (SIT), serta pengurs dan pembina JSIT Jawa Tengah.

Ketua JSIT Jawa Tengah, Zaenal Abidin, S.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam rangka memuliakan dan menyemarakkan Hari Guru Nasional 2022, JSIT Jawa Tengah menggelar rangkaian kegiatan.

“Doa Bersama ini mengawali Puncak Hari Guru Nasional 2022. Sebelumnya telah diadakan seleksi lomba guru dan kepala sekolah, baik di tingkat kabupaten/kota, maupun di tingkat korda. Juga ada Seminar Parenting, Silaturrahmi Tokoh, maupun Ziarah ke Makam Tokoh Pendidikan Jawa Tengah,” ungkap Zaenal.

“Saat Puncak Hari Guru nanti, ada lomba guru dan kepala sekolah di tingkat provinsi, seminar pendidikan, bincang budaya, dan lainnya,” lanjut Zaenal.

Ketua PGRI Jawa Tengah, Dr. H. Muhdi, SH., M.Hum, menyampaikan paparan materi bertajuk “Berkolaborasi dan Menginspirasi untuk Pendidikan Unggul”

“Sebelumnya saya mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional 2022 Bapak Ibu Guru Penyuluh Bangsa. Sekaligus Hari PGRI Ke-77. Kita memiliki profesi yang mulia sebagai seorang guru atau pendidik. Maka kita harus terus menjaga niat baik itu, melahirkan generasi unggul,” tutur Muhdi mengawali pemaparan materinya.

“Generasi yang unggul dihasilkan oleh pendidikan yang unggul. Pendidikan yang unggul dihadirkan oleh guru-guru yang unggul. Bonus demografi sangat berpotensi menghadirkan generasi Indonesia Emas di tahun 2045,” papar Ketua PGRI Jawa Tengah.

“Generasi yang unggul adalah generasi yang berkompeten dan berkarakter. Karakter yang tertera pada profil pelajar pancasila. Beriman bertakwa dan berakhlak mulia, mandiri, kreatif, bernalar kritis, bergotong royong, dan berkebhinekaan global,” sambung Muhdi.

“Sekolah Islam Terpadu (SIT) memiliki peluang juga peran dalam menghadirkan pendidikan unggul melahirkan generasi unggul. Tentu dengan melakukan adaptasi dalam setiap perkembangan dan perubahan. Terus melakukan pembaharuan dan transformasi. Serta terus berkolaborasi dan saling menginspirasi antar sekolah,” pungkas Muhdi.

Doa bersama dipandu oleh salah satu Dewan Pembina JSIT Jawa Tengah, Ustadz Sigit Cahyantoro, S.Si. Selain mendoakan kelancaran kegiatan Puncak Hari Guru Nasional 2022 JSIT Jawa Tengah yang akan digelar 26-27 November 2022 di Banjarnegara, para peserta juga mendoakan para korban musibah gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat.

Adapun donasi yang terkumpul melalui JSIT Jawa Tengah sampai malam hari ini sejumlah 33 juta lebih. Pengumpulan donasi masih akan berlanjut, dan nantinya akan disalurkan melalui DPPU JSIT Jawa Tengah. (aris)

Berita Terbaru;

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here