Profil KH Shodiq Hamzah, Pendiri PP Asshodiqiyah Semarang Terima Anugerah Doctor Honoris Causa UIN Walisongo  

doktor HC1
Pengasuh PP Asshodiqiyah Semarang KH Shodiq Hamzah berfoto bersama dengan Rektor UIN Walisongo Prof Dr H Imam Taufik usai mendapat anugerah dari UIN Walisongo gelar Doktor Honoris Causa (HC) dalam bidang Ilmu Tafsir pada Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHum)., Selasa (29/11/2022). ( foto humas uin)

SEMARANG (sigijateng.id) – Pengasuh PP Asshodiqiyah Semarang KH Shodiq Hamzah mendapat anugerah dari UIN Walisongo gelar Doktor Honoris Causa (HC) dalam bidang Ilmu Tafsir pada Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHum).  

Acara pemberian gelar doktor kehormatan atau Doktor Honoris Causa (Dr. HC) kepada sosok KH. Shodiq Hamzah ini dilaksanakan pukul 09.00 WIB di Aula 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa (29/11) oleh Rektor UIN Walisongo Prof Dr. H Imamn Taufik.

Promotor Prof. Dr KH Ridlwan Nasir, M.A. dalam sambutannya menyampaikan dasar pemikiran penganugerahan. Profil dari KH Shodiq Hamzah sangat bagus bisa dijadikan inspirasi.

Dikatakan dia Karya-karya K.H. Shodiq Hamzah di Bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang tidak diragukan lagi diantaranya Al-Bayan Fi Ma’rifati Ma’ani Al-Qur’an terdiri dari 30 juz, Qalb Al-Qur’an, Zubdatu Al-Bayan Fi Bayani Fadla’il Al-Suwar Al-Qur’an dan Dhilal Al-Manazil Fi Tarjamati Yasin dan Tahlil.

doktor HC
Pengasuh PP Asshodiqiyah Semarang KH Shodiq Hamzah . ( foto humas uin walisongo)

“Selain itu, produktifitas K.H. Shodiq dalam menghasilkan Karya (Kitab) dalam berbagai bidang Keilmuan Agama, setidaknya ada 37 kitab dan risalah hasil karya,” kata dia.

Kemudian, tambah Prof Ridlwan, jaringan Intelektual Ulama K.H. Shodiq Hamzah, yang sudah berlevel dunia melalui jaringan haramain dan sebagai salah satu pemegang sanad keilmuan dari Syekh Yasin al- Fadani hingga Sanad Keilmuan dari jaringan Pondok Pesantren Futuhiyah Mranggen Demak hingga Haramain.

Prof. Ridlwan menambahkan, dalam bidang Sosial Keagamaan kiprah KH. Shodiq Hamzah, tidak diragukan lagi. Kyai kelahiran Demak 1 Januari 1954 ini juga berkiprah dalam aktivitas sosial dan keagamaan.

“Ia tercatat Pendiri dan Pengasuh PP. Asshodiqiyah Semarang, Pendiri dan pembimbing KBIHU Asshodiqiyah Semarang, Penasehat Masjid Agung Jawa Tengah, Penasehat MUI Jawa Tengah, Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang (1998-2000 dan 2010-2015), Anggota Dewan Syari’ah Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Pusat, Pengurus JATMAN Idharah Wustha, Pendiri Yayasan Pendidikan Al-Fattah Sayung, Demak dan Salah satu pemrakarsa berdirinya Universitas Wahid Hasyim Semarang.” tambahnya.

Senada dengan Promotor, Rektor UIN Walisongo Prof. H. Imam Taufiq, M.Ag. yang juga Co Promotor dalam sambutannya menyampaikan hal pokok yang melatarbelakangi penganugerahan gelar Dr. HC kepada Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shodiqiyah tersebut.

“Terkait dengan konteks kearifan local (local wisdom) yang menjadi konsep kunci dalam upaya penyebarluasan ajaran agama. Pada konteks ini, UIN Walisongo Semarang menginisiasi Paradigma Kesatuan Ilmu yang mengerangkai keseluruhan proses penyelenggaraan akademik, dimana kearifan lokal menjadi salah satu unsur penting dalam menandai integrasi keilmuan. Aspek kearifan lokal juga menjadi poin distingtif yang selalu melekat pada pribadi, kiprah dan karya KH. Shodiq Hamzah”, papar Rektor saat memberikan sambutan

Lebih lanjut, Rektor menambahkan, penganugerahan itu juga terkait dengan kontribusi KH. Shodiq Hamzah dalam pengembangan keilmuan khususnya dalam bidang ilmu al-Qur’an dan Tafsir.

“Pengalaman intelektual serta kepakaran beliau dalam konteks tafsir telah dituangkan ke dalam 37 karya/kitab. Salah satu diantara karya beliau yang paling mengesankan adalah kitab al-Bayān fī Ma’rifah Ma’āni al-Qur’ān, karena substansi tafsirnya menekankan pada aspek local genuine yang berorientasi pada spesifikasi bahasa dan konteks sosio-kultural. Selain itu, partisipasi KH. Shodiq Hamzah dalam berbagai diskursus tafsir turut menegaskan bahwa beliau adalah sosok ulama hebat,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas dalam video sambutannya mengapresiasi kiprah dan karya-karya K.H. Shodiq Hamzah.

“Saya menilai pemikiran K.H. Shodiq Hamzah ini menjadi sumbangan yang berarti bagi khazanah bagi tafsir al Qur’an di Indonesia. Secara spesifik, orasi ilmiah K.H. Shodiq Hamzah memberi landasan teologis terhadap program penguatan Moderasi Beragama yang sedang digalakkan Kementerian Agama. Terutama dalam upaya mengembangkan sikap adaptif terhadap budaya dan kearifan lokal,” terangnya.

Atas berbagai karya dan kiprahnya tersebut, para Promotor dan Co-Promotor yang terdiri dari Prof. Dr. K.H. Ridlwan Nasir, M.A. (Promotor), Prof. Dr. H. Imam Taufiq, M.Ag. (Co Promotor) dan Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, M.A. (Co Promotor) menilai kiprahnya memberikan kontribusi yang signifikan dalam pendidikan Islam terutama dalam bidang Ilmu Tafsir. Atas kontribusinya tersebut, UIN Walisongo memberikan gelar Dr. HC sebagai bentuk apresiasi kepada KH. Shodiq Hamzah di bidang Ilmu Tafsir.

Kyai Shodiq yang merupakan putra pasangan K.H. Hamzah Utsman dan Nyai Hj. Rohanah ini, menyampaikan pidato penganugerahan Gelar Kehormatan yang berjudul AL-QUR’AN DAN SPIRIT BILISANI QAUMIH: Ikhtiar Melestarikan Risalah Agama dalam Bingkai Kearifan Lokal.

Dalam kesempatan itu turut hadir secara daring Menetri Agama, Wakil Menteri, Sekjen Kemenag, Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Tengah. Dan Hadir langsung ketua MUI Jawa Tengah, Rektor Universitas Diponegoro, Rektor Universitas Wahid Hasyim,   Pimpinan Ormas Islam PBNU, PWNU, PWM Jawa Tengah serta para Tokoh dan Ulama salah satunya Mustofa Bisri yang turut hadir dalam acara ini dan menutup acara ini dengan Doa.

Profil Singkat:

Nama : KH Shodiq Hamzah

Pendiri/ Pengasuh : PP Asshodiqiyah Semarang

Alamat : Jalan Sawah Besar Timur No.99, Kaligawe, Kec. Gayamsari, Kota Semarang.

Nama Ayah: K.H. Hamzah Utsman

Nama Ibu: Nyai Hj. Rohanah

Jumlah Karya: 37 kitab

Organisasi:

  • Pendiri dan pembimbing KBIHU Asshodiqiyah Semarang,
  • Penasehat Masjid Agung Jawa Tengah,
  • Penasehat MUI Jawa Tengah,
  • Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang (1998-2000 dan 2010-2015),
  • Anggota Dewan Syari’ah Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Pusat,
  • Pengurus JATMAN Idharah Wustha, Pendiri Yayasan Pendidikan Al-Fattah Sayung, Demak Salah satu pemrakarsa berdirinya Universitas Wahid Hasyim Semarang.

(aris)

Berita terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here