Profil Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, Terjerat OTT KPK di Gedung DPR RI

Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo. ( foto dok pemkab pemalang)

SIGIJATENG.ID- Kabar mengejutkan dari Pemalang. Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo (MAW) dikabarkan terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) pada Kamis (11/8/2022).

MAW terjaring OTT KPK saat berada di DPR RI Jakarta. Dia tidak diamankan sendirian. Ada puluhan orang yang juga diamankan KPK terkait kasus ini, dan kini sudah ada beberapa orang yang ditetapkan sebagai tersangla.

MAW diduga terlibat kasus suap dalam pengadaan barang dan jasa serta jabatan.

Apakah kamu sudah kenal Mukti Agung Wibowo. Berikut profilnya.

Mukti Agung Wibowo merupakan Bupati Pemalang periode 2021-2025 yang dipilih berdasarkan Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 bersama dengan Mansur Hidayat. MAW tergolong masih muda, baru 46 (tahun saat ini). Mukti Agung Wibowo lahir pada 2 Oktober 1976. Dia pernah menjalankan pendidikan di Universitas Trisakti dan Universitas Diponegoro.

Mukti Agung Wibowo adalah salah satu anak dari pemilik Perusahaan Otobus (PO), Dewi Sri.  Keluarga Mukti diketahui juga pernah menduduki jabatan publik antara lain kakaknya Idza Priyanti sebagai Bupati Brebes dan Ikmal Jaya sebagai mantan Walikota Tegal.

Sementara riwayat organisasi, MAW pernah menjadi Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Pemalang pada tahun 2011 hingga 2016.  Ia juga pernah menjabat sebagai  Ketua Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (Badko TPQ) Kabupaten Pemalang pada periode 2012-2016. Tak hanya itu, MAW bahkan pernah menjadi Ketua Dewan Pembina Masjid Agung Nurul Kalam Pemalang tahun 2011 hingga 2016.

Sebelum menjabat sebagai Bupati Pemalang, MAW mendampingi Bupati Pemalang Junaedi sebagai Wakil Bupati periode 2011-2016. Dia juga pernah menjabat sebagai Direktur PO Dewi Sri 2016-2020, dan sebagai Manajer Swamitra Dewi 2006-2010.

Satu tahun dia menjabat sebagai Bupati Pemalang, MAW terkena OTT KPK di sekitar Gedung DPR-RI pada Kamis (11/8/2022). 

Penangkapan Mukti dikabarkan terkait kasus jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang. Saat di DPR RI, MAW diduga menemui seseorang, yang kemudian ditangkap oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (11/8).

Ketua KPK Firli Bahuri saat membacakan kronologi tangkap tangan terhadap MAW dan kawan-kawan mengatakan, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (11/8), tim KPK telah menangkap MAW bersama 33 orang lainnya.

“Kamis, 11 Agustus 2022 KPK menerima informasi terkait dugaan adanya penerimaan sejumlah uang oleh MAW selaku Bupati Kabupaten Pemalang dari beberapa pejabat Pemkab Pemalang dan pihak lainnya,” kata Firli di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/8/2022)

Selanjutnya, ucap Firli, tim KPK segera bergerak dan menindaklanjuti informasi tersebut. Dari pemantauan tim KPK, MAW beserta rombongan pergi ke Jakarta dan mendatangi salah satu rumah yang berada di wilayah Jakarta Selatan dengan membawa sebuah bungkusan yang diduga berisi uang yang telah diterimanya. Setelah itu, MAW keluar dan menuju ke Gedung DPR RI menemui seseorang.

Ditetapkan Tersangka

Firli mengatakan KPK akan mendalami siapa sosok yang ditemui oleh MAW tersebut. “Nanti kami dalami ya,” ujar dia.

Firli menjelaskan setelah MAW beserta rombongan keluar dari Gedung DPR RI, tim KPK langsung mengamankan MAW beserta rombongan tersebut beserta dengan uang dan bukti-bukti lainnya.

Bersamaan dengan penangkapan di Jakarta, tim KPK juga bergerak mengamankan beberapa pihak dari unsur pejabat di lingkungan Pemkab Pemalang dan melakukan pengamanan (segel) terhadap ruangan kerja di Pemkab Pemalang dan juga rumah dinas Bupati Pemalang.

Masih kata Firli, MAW bersama rombongan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta untuk diperiksa lebih lanjut.

Adapun barang bukti yang turut diamankan dalam OTT tersebut, yakni uang tunai sejumlah Rp136 juta, buku tabungan atas nama AJW dengan total uang yang masuk sekitar Rp4 miliar, slip setoran bank atas nama AJW dengan jumlah Rp680 juta, dan kartu ATM atas nama AJW yang digunakan MAW.

KPK telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan suap terkait jual beli jabatan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah tahun 2021-2022. Sebagai penerima ialah MAW dan Adi Jumal Widodo (AJW) dari pihak swasta/Komisaris PD Aneka Usaha (AU).

Sedangkan sebagai pemberi, yaitu Pj Sekda Kabupaten Pemalang Slamet Masduki (SM), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang Sugiyanto (SG), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pemalang Yanuaris Nitbani (YN), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pemalang Mohammad Saleh (MS). (asz)

Berita terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here