Pidato Politik HUT-49 PDI P, Megawati Soroti Harga Sembako dan Bumbu Dapur

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati saat menyampaikan pidato politik dalam HUT-49 PDI P secara daring. (Foto : tangkapan layar youtube PDI Perjuangan)

Jakarta (Sigi Jateng) – HUT ke-49 PDI Perjuangan (PDIP) digelar secara hibryd sehubungan dimasa pandemic Covid-19, Senin (10/1/2022).

Dalam pidato HUT ke-49 PDI Perjuangan (PDIP) itu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyoroti terkait lonjakan harga sembako, dan bumbu dapur lainnya yang menlonjak jelang akhir 2021 kemarin, juga terkadang anjlok.

Megawati melihat bahwa itu persoalan yang aneh dan juga klasik, karena sering terjadi dari tahun ke tahun. “Saya kan sering liat toh, kemarin harga cabai sekian, harga minyak goreng sekian, harga bawang merah sekian, aneh bener menurut saya, kok klasik amat ya,” kata Megawati yang disiarkan secara daring, Senin (10/1/2022).

Putri Bung Karno ini menyesalkan, sudah 76 tahun Indonesia tetapi masalahnya masih saja sama. Jadi, dia pun mempertanyakan di mana letak kesalahannya, ini pun menjadi otokritik baginya saat dia duduk menjadi anggota DPR. Karema banyak petani-petani yang mengeluh kepada dirinya.

Peringatan HUT -49 PDI Perjuangan digelar secara daring dimasa pandemi Covid-19. (Foto : tangkapan layar youtube PDI Perjuangan)

“76 tahun merdeka, masa sih begitu aja, di mana ya salahnya? Ini autokritik, saya juga kritik ketika di DPR, saya seringkali itu makanan saya tiap hari. Saya musti ke mana itu karena petani petani minta ibu Mega datang, karena kenapa kok harga bawang ini keliatannya akan jatoh,” ungkapnya.

Presiden RI ke-5 ini mengatakan, saat dirinya yang juga pernah menjadi anggota DPR, ia pergi ke daerah pemilihannya (dapil) di Jawa Tengah, dia mempertanyakan kenapa bisa terjadi. Karena pengalaman itulah, ia bertanya-tanya kenapa sampai hari ini persoalan klasik masih terjadi.

“Karena saya daerahnya Jawa tengah ya larilah saya ke Jateng, tanyakan kenapa dan kenapa, karena menurut saya itu jalan, pengalaman saya yang seperti makan nasi tiap hari,” ujar Megawati. “Tapi kok sampai hari ini masih klasik, sebetulnya ada apa ya?,” tukasnya. (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here