Perluas Kerjasama, PKPBEMA FE Unwahas Gelar Workshop Keuangan

Kegiatan workshop dengan tema “Tata Kelola Keuangan Rumah Sakit Islam Purwodadi” yang digelar Pusat Kajian Pengembangan Bisnis, Ekonomi dan Akuntansi (PKPBEMA) Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim Semarang di Hall Ayodya Hotel Griya Persada Bandungan. (Foto Humas Unwahas)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Pusat Kajian Pengembangan Bisnis, Ekonomi dan Akuntansi (PKPBEMA) Fakultas Ekonomi Universitas Wahid Hasyim Semarang mengadakan kerjasama dengan Yayasan Wakaf Ukhuwah Islamiah Kabupaten Grobogan menyelenggarakan workshop dengan tema “Tata Kelola Keuangan Rumah Sakit Islam Purwodadi”.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hall Ayodya Hotel Griya Persada Bandungan dengan diikuti oleh seluruh anggota Yayasan, Direksi, serta para Kepala Bagian di rumah sakit Islam Purwodadi.

Dengan menghadirkan Narasumber workshop seperti Heri Purbantoro, SE., Akt., MM Direktur Umum dan Keuangan RS Roemani Muhammadiyah Semarang, dr. H. Masyhudi AM., M.Kes Board Director RSI Sultan Agung Semarang dan Muhammad Amin dari Semarang sebagai pemateri motivator berhasil meningkatkan antusias peserta untujk mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Wakaf Ukhuwah Islamiyah, Pangkat Joko Widodo menyampaikan, dalam penyusunan anggaran pendapatan dan belanja rumah sakit harus akuntabel, berkualitas dan sesuai dengan prinsip-prinsip anggaran yang berbasis kinerja.

“Tantangan dan hambatan rumah sakit semakin kompleks, namun di satu sisi rumah sakit dituntut untuk mampu menyusun anggaran dengan baik. Harapan Rasionalnya dengan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja sakit ini tentunya brumah sakit akan semakin baik dalam memberikan pelayanan yang paripurna kepada pasien” Ujar Pangkat, Rabu (22/6/2022).

Untuk itu, lanjut dia, kepada teman-teman jajaran yayasan, direksi dan kabag, mumpung kita bertemu dengan narasumber yang kompeten dan ekspert di bidang ini, tanyalah sepuasnya tentang bagaimana kita menganggarkan, mengelola anggaran dan bagaimana menyusun anggaran tersebut.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ekonomi Unwahas, Dr. Hasan SE., M.Sc menyampaikan, investasi yang kadang dilupakan adalah investasi sumber daya manusia atau insani.

“Sesuatu yang luar biasa namun terkadang dilupakan adalah investasi sumber daya manusia atau insani. Dalam workshop ini kita sedang membangun yang namanya SDM. Setiap perubahan sebuah institusi pastinya dimulai dari SDM,” ujarnya.

Hasan menambahkan, sebuah rumah sakit yang sehat membutuhkan Pengelolaan keuangan yang baik. Mulai dari penyusunan anggaran pendapatan belanja, Pemasukan dan pengeluaran yang berimbang serta pengelolaan sumber daya yang dimiliki dengan baik.

“Hal ini tentunya akan sangat berdampak baik pada rumah sakit, agar berjalan sesuai dengan perencanaan serta lebih profitable,” ucapnya.

Dalam paparannya yang berjudul Manajemen Keuangan Rumah Sakit, Dr Hasan menyatakan ada lima prinsip dalam pengelolaan sebuah perusahaan dalam hal ini adalah rumah sakit. Prinsip ini biasa disebut Good Governance. Diantaranya adalah Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi dan Fairness (Keadilan).

“Sebuah perusahaan harus terbuka dalam mengemukakan informasi yang relevan (Transparans), serta menjaga akuntabilitas perusahaan agar terlaksana dengan efektif. Disamping itu, perusahaan dituntut untuk bisa menyesuaikan pengelolaan institusi dengan peraturan dan prinsip yang sehat,” ujar Hasan.

Kemudian, perusahaan juga harus professional dan mandiri serta mampu memenuhi hak-hak pasien yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan yang berlaku,” imbuh Hasan.

Heri Purbantoro saat memaparkan materinya, menyampaikan bahwa sebuah rumah sakit yang sehat harus memiliki rencana strategic yang memuat tentang visi dan misi rumah sakit, target tahunan yang ingin dicapai, mampu menjabarkan peta strategi untuk mencapai milestone, menggunakan prespektif Balanced Scorecard untuk menjabarkan peta strategi.

“Tentunya rumah sakit juga dituntut untuk menggunakan analisis SWOT dalam menentukan posisi strategis rumah sakit,” ujarnya.

Dalam materinya dr. Mashudi menyampaikan pentingnya akreditasi sebuah rumah sakit. Tujuannya adalah untuk mengukur quality improvement dan patient safety sebuah rumah sakit.

“Disamping itu akreditasi rumah sakit sebagai persyaratan utama untuk perpanjangan operasional dan penetapan kelas sebuah rumah sakit,” tutupnya. (Mushonifin)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here