Penyuluh Agama Islam Banjarnegara Kembali Garap Film, Temanya Apa ya?

Proses syuting film (foto banjarnegara.kemenag.go.id)

SIGIJATENG.ID – Percepatan penurunan stunting merupakan program yang paling penting karena terkait pembangunan manusia Indonesia yang lebih berdaya saing di masa depan. Program percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas dari Presiden Joko Widodo.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Mohammad Mahfud saat menjadi pembicara kunci Rapat Penelaahan (Review) Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun Anggaran 2022 di Kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Jakarta, Kamis (11/08).

Oleh karenanya program penurunan angka stunting menjadi tanggung jawab semua instansi pemerintah salah satunya adalah Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Di bawah naungan Kementerian Agama Kab. Banjarnegara telah di bentuk komunitas khusus untuk penurunan angka stunting yang mana komunitas ini terjun langsung dalam berpartisipasi cegah stunting bernama KOPI SECETING (Komunitas Agama Islam Serius Cegah Stunting).

Salah satu aksi nyata gerakan KOPI SECETING, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum dan Kalibening garap film edukasi “Bocah Kunthet” dengan menggandeng Puskesmas Pandanarum dan Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Pandanarum. Pembuatan film dilaksanakan pada hari Senin (28/11) di desa Pasegeran kec. Pandanarum dan Film akan tayang dalam minggu ini pada Channel Pokjaluh Banjarnegara.

Laili Maria Ulfah selaku Penyuluh Fungsional Kalibening mengaku sangat senang terlibat dalam pembuatan film ini sebagai salah satu tim penulis naskah dan sebagai pemain film ini

“Harapan saya dengan adanya film ini dapat menjadi edukasi untuk orang tua dan para calon orang tua untuk peduli dampak stunting bagi anak dengan memperhatikan asupan gizi yang masuk baik saat anak masih dalam kandungan terlebih saat  anak sudah lahir,” ucap Laili dikutip dari laman banjarnegara.kemenag.go.id.

Endah Nur Sohihor selaku Ahli Gizi Puskesmas Pandanarum juga mengatakan sangat bangga terlibat dalam film ini, “ini merupakan pengalaman pertama saya terlibat dalam pembuatan film edukasi yang di pelopori oleh teman-teman Penyuluh Pandanarum dan Kalibening. Pencegahan stunting memang menjadi program nasional oleh karenanya kami berpesan untuk para orang tua memberikan makanan yang bergizi untuk buah hatinya, makanan bergizi tidak harus yang mahal asal tinggi protein seperti tempe, tahu dan telur.” tegasnya

Selain memuat nilai edukasi bagi masyarakat, film yang berdurasi 11 menit ini juga terselip komedi sehingga penonton atau masyarakat yang menonton tidak merasa jenuh seperti menonton video sosialisasi. Apalagi dengan hadirnya pemeran bocah stunting yang kita ambil dari siswa MI GUPPI Sinduaji yaitu Fahri Zidan Firdaus. (akhida)

Berita terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here