Penganan Jajanan Getuk Nyimut Khas Desa Kajar Curi Perhatian KKN MMK Kelompok 45 UIN Walisongo, Kok Bisa ?

Pak San berikan getuk kepada perwakilan KKN kelompok 45 UIN Walisongo Semarang. (Foto : Nurul Hidayah – tim KKN MMK Kelompok 22 UIN Walisongo Semarang)

Kudus (Sigijateng.id) – Jajanan olahan penganan singkong berupa Getuk, banyak dijual para pelaku usaha kecil dan menengah di sepanjang jalan Kudus-Colo Jawa Tengah lereng Gunung Muria. Deretan sejumlah warung berbentuk saung banyak yang menjual jajanan Getuk Nyimut .

Penasaran, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN ) Mandiri Misi Khusus (MMK) Kelompok 45 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang kunjungi dapur “Getuk Nyimut Pak San” di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu, (2/7) belum lama ini.

Getuk nyimut terbuat dari singkong atau ketela pohon yang dikupas, dipotong-potong lalu dikukus dan dilumat manual dengan cara ditumbuk. Selanjutnya dibentuk menjadi bola-bola dan digoreng hingga kering.

Salah satu jajanan getuk nyimut yang terkenal adalah “Pondok Getuk Pak San” yang telah berdiri sejak tahun 2011. Meski tempatnya tidak berada di pinggir jalan raya seperti pada umumnya, namun suasana warungnya selalu ramai dikunjungi oleh para pelancong dari berbagai daerah.

Di sana juga terdapat berbagai varian rasa getuk nyimut, mulai dari original hingga isian coklat, tak hanya itu pondok getuk pak San juga menyediakan berbagai varian topping mulai dari topping coklat, keju, paduan urap kelapa, hingga varian saus avocado.

“Inovasi varian ini kita ciptakan tanpa mengubah rasa dari getuk nyimut itu sendiri.” ujar Pak San, sang pemilik warung sekaligus ketua Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Getuk Nyimut Desa Kajar.

Salah satu pecinta kuliner, Fara mengaku baru pertama kali menikmati jajanan getuk nyimut. Fara memilih mencicipi getuk original dan getuk coklat.

“Rasanya gurih dan renyah, khas ketela pohon digoreng dan di dalamnya ada gula. Varian coklatnya juga sangat legit.” kata Fara asal Batam, Kepulauan Riau saat berada di lokasi,

Fara juga mengaku terkesan setelah menikmati jajanan getuk. Apalagi di lokasi yang khas pedesaan dengan suasana dingin sangat cocok untuk mencicipi jajanan getuk.

Sementara itu karyawan Pak San, mengatakan jika banyak pembeli yang datang dari berbagai daerah luar Kudus. Seperti, Pati, Jepara, Semarang, bahkan Papua. Di akhir pekan warung akan sangat ramai pengunjung.

“Kalau hari Minggu dan hari libur, kadang kita sampai kewalahan.” kata Sri Rejeki.

Selain enak, lanjut Sri, jajanan penganan getuk nyimut juga tergolong jajanan yang ramah di kantong. Satu porsi getuk berisi sepuluh bola-bola dengan harga Rp 10 ribu. “Dengan harga yang terjangkau, harapannya para pelancong dapat menikmati makanan tradisional tanpa khawatir akan harga,” tandasnya. (Nurul-Tim KKN UIN Walisongo/Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here