Peneliti Unwahas Lakukan Penelitian Peningkatan SDM Berbasis Entrepreneur Digital di Ponpes Darul Ilmi

Tim peneliti unwahas berfoto bersama di Ponpes Darul Ilmi dalam rangka presentasi penelitian. (Foto. Unwahas)

SEMARANG (Sigi Jateng) – Selama 12 bulan tim peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) yang dalam hal ini diketuai oleh Dr. Muhammad Takhim, SE, M.Si, dan beranggotakan Yulekhah Ariyanti, SE, MM dan Eva Fatimah, SS., M.Hum melaksanakan program penelitian Peningkatan Sumber Daya Manusia Berbasis Digital Entrepreneur Syariah Di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ilmi.

Penelitian ini juga melibatkan 6 Mahasiswa Program Studi Manajemen FEB Unwahas, mereka adalah Restu Afrianto Rahman, Ahmad Shafikhurrohman, Zayyina Akhsana, Lechan Mutaqin, Alvina Izzati Wahyu Wijaya, dan Krisna Fathurrahman. Pengurus dan Santri Ponpes Darul Ilmi juga ikut berpartisipasi aktif dalam program ini.

Program ini juga melibatkan tentor profesional dari startup Heylaw yaitu Siti Faridah, SH, Hanifah Fauziyyah, SH, dan Dina Larasati, SH yang selama 6 bulan memberikan pendampingan kepada Santri dan Mahasiswa dalam hal digitalisasi bisnis.

Program ini berhasil menghasilkan sebuah produk bisnis yang terintegrasi dengan website Pondok Pesantren Darul Ilmi untuk kemudian akan dikelola secara probadi oleh Ponpes. Produk tersebut bisa diakses di e-commerce, salah satunya adalah Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop dengan nama toko DS Darul Ilmi Store. Produk bisnis tersebut bisa diakses melui link https://shopee.ee/5zrRds3xUe. Bisnis ini juga telah terintegrasi di Website Pondok Pesantren Darul Ilmi yang bisa diakses di https://ponpesdarulilmimeteseh.com.

Sebelum dilaksanakan pendampingan ini, Pondok Pesantren Darul Ilmi belum mempunyai website ataupun bisnis digital yang dapat dikembangkan bersama.

“Harapan kami setelah program ini Ponpes Darul Ilmi bisa membesarkan bisnis ini sehingga dapat mewujudkan Pondok Pesantren yang mandiri secara finansial, sebagaimana hal ini juga merupakan tujuan dari penelitian ini, yaitu mewujudkan Pondok Pesantren yang mandiri secara finansial” ungkap Dr. Takhim, Rabu (23/11/2022).

Selain produk bisnis yang bisa diakses di e-commerce, website ini mengintegrasikan juga dengan bisnis content creator yang dikelola Ponpes. Pada pendampingan bersama tentor dari Startup Heylaw, Mahasiswa dan santri juga mendapatkan pendampingan pembuatan content untuk social media dan website.

Sehingga kemudian mereka bisa membuka layanan tersebut sebagai salah satu bisnis Ponpes. Layanan konten yang diberikan adalah Jasa Pembuatan Konten Youtube, Jasa Pembuatan FB Ads, Jasa Pembuatan Konten TikTok, jasa pembuatan Reels Instagram dengan harga yang beragam.

“Luaran program penelitian ini juga telah dikirimkan pada Jurnal Manajemen Kewirausahaan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta,” tutupnya. (Mushonifin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here