Nyamar jadi Polisi Bawa Pistol Mainan, 3 Pria Perampas Ponsel ABG di Pekalongan Diamankan Petugas

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria saat menggelar jumpa pers ungkap kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Pekalongan. (Foto : Edi M for sigijateng.id)

Pekalongan (Sigijateng.id) – MA (28), MZ (29) dan PW (30), tiga orang tersangka perampasan ponsel milik ABG di Kabupaten Pekalongan berhasil diamankan polisi. Dalam aksinya, mereka mengaku sebagai polisi dan menodongkan pistol mainan ke arah korban.

Para tersangka yang merupakan warga Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan akhirnya berhasil diamankan petugas setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan.

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria menyampaikan peristiwa perampasan tersebut terjadi di dua lokasi yakni di wilayah Kecamatan Bojong dan Kedungwuni. Pelaku melakukan perampasan HP para remaja yang tengah menyulut petasan pada dini hari.

“Ada dua TKP, pertama yakni di Desa Jajarwayang, Kecamatan Bojong dan lokasi kedua di Perumahan Parawayang, Kedungwuni. Dari dua lokasi, polisi telah mengamankan tiga pelaku yang merupakan residivis kasus serupa,” kata Arief saat gelar jumpa pers di Mapolres Pekalongan, Jumat (13/5/2022).

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria saat menggelar jumpa pers ungkap kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Pekalongan. (Foto : Edi M for sigijateng.id)

Dijelaskan Kapolres, tersangka sengaja menyasar korban usia remaja yang menyulut petasan pada dini hari saat bulan Ramadan kemarin. Modusnya dengan mengaku sebagai polisi dan mengancam korban.

“Berdalih mereka sebagai anggota polisi, mereka menodongkan pistol mainan pada para korban. Salah satu pelaku mengatakan ‘tembak komandan’. Korban takut kemudian menyerahkan ponsel dengan alasan memeriksa isi ponsel terkait peredaran bahan petasan,” ungkap Kapolres.

Setelah berhasil menggasak beberapa ponsel, pelaku seolah-olah memeriksa isi ponsel dan mengatakan pada para korbannya agar mengambil ponsel di balai desa setempat pada pagi harinya. “Namun, para tersangka ini langsung kabur dan membawa HP milik korban,” imbuhnya.

Salah satu tersangka, MZ, yang turut dihadirkan dalam jumpa pers mengaku melakukan aksinya itu untuk memenuhi kebutuhan Lebaran. Pistol mainannya yang dibawa saat beraksi adalah milik keponakannya.

“Ya karena butuh (uang) untuk Lebaran. Saya pinjam pistol mainan dari ponakan,” ujar MZ.

“Kami punya inisiatif menyamar jadi polisi ini karena tahu bermain petasan itu dilarang. Jadi kami seolah-olah jadi polisi. Ini inisiatif sendiri. Kami sudah dapat tiga HP. Kami jual, uangnya untuk kebutuhan,” kata MZ.

Selain mengamankan ketiga tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa tiga ponsel yang belum sempat terjual, pistol mainan dan sepeda motor yang digunakan mereka saat beraksi. Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka dijerat Pasal 368 ayat 1, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (Dye)

Baca Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here