Membanggakan! Karya Kartunis Muda Asal Batang ini Diminati Banyak Mancanegara

Kartunis muda berbakat, Nuzul Kreshna Wijaya warga Desa Pasekaran, Kabupaten Batang. (Foto: instagram Nuzul Kreshna Wijaya @nuz_zul1998)

Batang (Sigi Jateng) – Kreatifitas orang untuk berprestasi dan mampu meraup pundi-pundi rupiah bisa dilakukan dengan berbagai hal positif. Terlebih jika kreasi ketrampilan yang dimiliki dapat  merubah kehidupan menjadi lebih baik untuk masa depan yang cerah.

Seperti kepandaian yang dimiliki remaja asal desa Pasekaran Kabupaten Batang Jawa Tengah ini. Adalah Nuzul Kreshna Wijaya seorang kartunis muda berbakat dan karyanya juga banyak diminati orang luar negeri.

Menjadi kebanggaan tersendiri bagi dirinya menggeluti karya kartunis dan sudah menjadi hobinya sejak kecil. Dengan ketekunan dan keuletan serta kepandaiannya membuat karya kartun animasi, Nuzulul bisa meraup pundi-pundi rupiah.

Lulusan S1 Undip Semarang ini mengaku, menggambar tokoh-tokoh animasi merupakan hobinya sejak kecil. Dari hobi itulah yang mengantarkannya menjadi seorang kartunis muda berbakat di Batang saat ini.

“Saya sebetulnya baru lulus kuliah dan memang sudah hobi menggambar sejak kecil. Jadi begitu mendapat dukungan dari teman, akhirnya ingin berprofesi sebagai kartunis. Ahamdulillah beberapa karya sudah dilirik hingga mancanegara,” ujarnya, Minggu (23/1/2022).

(Foto: instagram Nuzul Kreshna Wijaya @nuz_zul1998)

Ia menuturkan, dengan memanfaatkan media online menjadi ajang promosi. Sejumlah karya kartun animasi buatannya sudah banyak yang dikirim ke sejumlah pemesan, dan kebanyakan dari mancanegara.

“Kebanyakan karya saya banyak diminati Negara Amerika Serikat yang memang sangat tertarik dengan dunia kartun. Biasanya kalau ingin dibuatkan animasi mereka menghubungi secara personal lalu menerangkan detail gambar yang diinginkan,” terangnya.

Setiap karya yang dihasilkan, Nuzul mengaku bisa menghasilkan keuntungan yang cukup banyak. “Biasanya mereka bayarnya pakai dolar, kalau tingkat kerumitannya ringan bisa 10-15 dolar. Jika sedang 20-25 dolar, tapi kalau sudah mencapai tingkatan sangat rumit ya bisa 40 dolar,” bebernya.

Lanjut Nuzul, dari beragam karya yang dihasilkan, ada satu orang dari Amerika yang ingin dibuatkan animasi tentara zaman Perang Dunia II. “Animasi itu harus dibuat detail sesuai cerita sejarahnya dan akurasi yang cukup tinggi,” ungkap Nuzul.

Baginya, meski di masa Pandemi Covid-19 membuat karya kartun animasi tidak terlalu terdampak pembatasan. Justru dari keahliannya tersebut Nuzul mendapat keuntungan selain sebagai kartunis juga penerjemah bahasa asing. (Dye)

Baca Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here