Mahasiswa KKN MIT 14 Kelompok 75 UIN Walisongo Semarang Gelar Podcast Moderasi Beragama

Mahasiswa KKN MIT 14 Kelompok 75 UIN Walisongo Semarang Gelar Podcast Moderasi Beragama (Foto. tim KKN UIN Walisongo)

Purbalingga (Sigijateng.id) – Mahasiswa KKN MIT 14 Kelompok 75 UIN Walisongo menggelar podcast moderasi beragama dengan mengangkat tema “Peranan Moderasi Beragama Sebagai Alat Terhadap Ajaran Islam Aboge di Purbalingga” pada Sabtu (2/07/22).

Podcast atau bincang-bincang santai ini disiarkan langsung lewat kanal youtube KKN MIT 14 KELOMPOK 75. Kegiatan mengundang M. Zaki Murtadho, S. Ag. sebagai narasumber dengan dipandu langsung koordinator divisi agama Aziz Setya Gama.

“Podcast moderasi beragama ini memiliki peran penting sebagai alat untuk melestarikan ajaran Islam Aboge di Purbalingga,” kata Aziz .

Menurut Aziz, Islam Aboge atau Alif Rebo Wage merupakan sebuah aliran Islam yang diajarkan oleh Raden Rasid Sayid Kuning. Penganut Islam Aboge melaksanakan ajaran-ajaran Islam tanpa meninggalkan peninggalan para leluhur.

Sementara itu, narasumber dalam podcast M. Zaki Murtadho, S. Ag menyampaikan bahwa moderasi beragama artinya adil dan moderat. Dalam Islam Aboge di Purbalingga berlandaskan pada nilai-nilai budaya lokal seperti kebersamaan, kerukunan, dan perdamaian. 

“Moderasi beragama dalam Islam Aboge berprinsip pada rahmatan lil alamin. Hal ini dapat diwujudkan dengan saling menghormati dan saling menghargai dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari,” terang Zaki.

Ditanya terkait bagaimana Islam Aboge bertahan seiring dengan perkembangan zaman. Zaki mengatakan salah satunya adalah kepercayaan yang kuat dan mengakar dalam diri seperti yang dianut para pengikut Islam Aboge.

“Disitu para tokoh agama atau penguasa menanamkan nilai-nilai kebudayaan lokal untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman sehingga pengikutnya (Islam Aboge) masih melanggengkan eksistensinya hingga sekarang,” jelas Zaki.

Zaki berpesan bahwa sinau (belajar-Red) itu penting agar paham terhadap ritual dan kebaikan yang ditanamkan dalam ajaran Islam.

“Agama, budaya, dan pemikiran yang berbeda dapat kita terima dan pahami sehingga luwes menjalani hidup yang tercermin dalam moderasi beragama,” tutur Zaki.

Sebagaimana diketahui, bahwa moderasi beragama berperan penting dalam melestarikan ajaran Islam Aboge di Purbalingga. Tantangan dalam mempertahankan eksistensi Islam Aboge berada pada sikap pengikutnya yang belum terbuka terhadap moderasi beragama.

Oleh karena itu, kunci moderasi beragama ini terdapat pada kepercayaan para penganut ajaran Islam Aboge. Hal ini dapat menciptakan kerukunan hidup beragama melalui sikap toleransi dan saling menghargai antar sesama. (Tim KKN UIN Walisongo/Dye)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here