Long Form SP2020 Tahun 2022, BPS Siapkan 141 Petugas Pemutakhiran Data

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan menggelar Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF.SP2020) Tahun 2022 (Foto : Diskominfo Kota Pekalongan)

Pekalongan (Sigijateng.id) –  Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan menggelar Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF.SP2020) Tahun 2022 untuk pemutakhiran data sebagai dasar menghitung parameter kependudukan.

Guna mempersiapkan hal tersebut sebanyak 141 orang diberi pelatihan LF.2020 Tahun 2022 di Hotel Santika Kota Pekalongan sejak tanggal 7 hingga 15 Mei 2022 mendatang.

“Pelatihan petugas LF.SP2020 ini kita mulai dengan proses rekrutmen, setelah libur bersama pelatihan untuk gelombang pertama yakni dilakukan 7-11 Mei (4 hari 5 malam) dan gelombang kedua dilakukan 11-15 Mei,” kata Statistisi Ahli Muda BPS Kota Pekalongan, Nur Saidah, Jumat (13/5/2022).

Saidah menyebutkan petugas LF.SP2020 strukturnya yakni ada Koseka, Kortim, dan Petugas Pendataan Lapangan (PPL). “Dari 141 petugas ini ada 11 Koseka, 33 Kortim, dan 97 PPL. Tiap Koseka membawahi 3 Kortim, satu kortim membawahi 3 PPL, tiap PPL melakukan pendataan 4 blok,” jelasnya.

Menurutnya, LF.SP2020 pada tahun 2022, bukan hanya mendata jumlah penduduk atau memutakhirkannya, melainkan untuk menghitung parameter kependudukan seperti kelahiran, kematian, migrasi, indikator pendidikan, ketenagakerjaan, perumahan, aset, dan sebagainya.

“Fungsinya memang berbeda dengan SP2020 sebelumnya, karena jarak tahun 2020 ke tahun 2022 lama 2020 makanya perlu diupdate. Tentunya saat pandemi sampai dengan sekarang ini mobilitas masyarakat tinggi, ini perlu dilakukan pemutakhiran data,” beber Saidah.

Saidah menyampaikan selama 17 hari kedepan mulai tanggal 15 Mei 2022, para petugas akan melakukan pemutakhiran.

“Kita akan tarik sampel tiap blok, 16 sampel sudah akan mewakili Kota Pekalongan yang jumlahnya 484 blok sensus sehingga signifikansinya tinggi. Harapannya proses pelatihan ini meminimalkan non sampling error dengan menyamakan persepsi dan pemahaman alur serta SOP saat di lapangan,” ungkap Saidah.

Dia berharap respons masyarakat Kota Pekalongan dengan dilaksanakannya LF.SP2020 ini bagus, artinya masyarakat dapat memberikan data kondisi sebenarnya sehingga data yang dihasilkan BPS betul-betul berkualitas.

“Masyarakat juga tak perlu khawatir bahwa sensus ini tak ada hubungannya dengan bantuan atau pajak, jadi tolong sampaikan data riil dan kami jamin kerahasiaannya. Kami juga telah bekali petugas dengan atribut dan surat tugas,” tandasnya. (Dudi)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here