Lomba Menyambut Tahun Baru Islam 1444 H di Desa Tambahsari Disambut Anstisas Peserta

Mahasiswa KKN UIN Walisongo dan anak-anak murid TPG di Desa Tambahsari Imbangan Kendal usia ikuti lomba. ( foto tim kkn)

KENDAL (sigijateng.id) – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam Muharram 1441 H, jatuh pada hari Sabtu (30/07/2022), KKN MIT 14 kelompok 63 UIN Walisongo di Desa Tambahsari

Kecamatan Limbangan Kendal mengadakan lomba,

Acara lomba digelar di Masjid Baitul Muslimin, Senin (01/08/2022) diikuti oleh murid-murid TPQ dari Dusun Krajan dan Serang Desa Tambahsari. 

Terdapat tiga cabang lomba, yaitu lomba mewarna, membaca surah dan menghafal doa-doa harian.  Dalam lomba ini perserta dibagi menjadi dua kategori, yaitu kategoti A dan kategori B. 

Kategori A yaitu peserta dari kelas TK sampai kelas 3 SD, sedangkan kategori B adalah peserta dari kelas 4 sampai kelas 2 SMP. 

Adanya kegiatan lomba ini disambut antusia oleh peserta. Tercata ada 75 anak dari dua dusun ikut dalam acara lomba itu.

Acara dimulai dengan menyampaikan juklak perlombaan sekaligus menyampaikan kriteria penilaian oleh Fakhriatul Azizah dan Gita Nurul Faradina selaku devisi Pendidikan.

Kemudian dilanjut dengan lomba mewarna, sholat asar berjamaah, lomba membaca surah, menghafal doa harian, ice breaking dan pembagian hadiah. 

Gita Nurul Faradina mengatakan untuk lomba mewarna dilaksanakan di teras masjid, sedangkan untuk lomba menghafal do’a-do’a harian dan lomba membaca surah dilaksanakan di dalam ruangan tempat biasa TPQ. 

“Kriteria penilaian untuk lomba mewarnai ada empat yaitu, keindahan, kerapian, pemilihan warna dan kebersihan kertas,” kata Gita Nurul Faradina.

Gita Nurul Faradina menambahkan, untuk lomba membaca surat-surat pendek Al Aquran, surat yang dilombakan untuk kategori A mulai surat At-Takatsur sampai surat An-Nas. Sedangkan untuk kategori B mulai surat Adh-Dhuha sampai surat An-Nas. Untuk nama surat yang harus dibaca oleh peserta ditentukan dewan juri. Peserta tidak bisa memilih sendiri.

“Adapun kategori penilaian, tambah Gita, untuk lomba membaca surat ada tiga, yaitu makharijul huruf, tajwid dan kelancaran membaca” kata.

Gita menambahkan, untuk lomba hafalan do’a-do’a harian, ditentukan cara diundi. Masing-masing peserta mengambil tiga kertas yang telah disediakan oleh panitia, kemudian peserta membaca do’a  yang tertulis di kerta itu.

“Untuk lomba ini, penilaian lomba ini hanya ada dua yaitu makharijul huruf dan kelancaran,” kata Gita.

Untuk lomba mewarnai dimulai pada pukul 13.30 WIB dan dilanjutkan dengan lomba membaca surat-surat pendek serta lomba menghafal doa-doa harian.

Acara ditutup dengan pembacaab pemenang lomba dan diakhiri dengan foto bersama. (Fakhriatul-timkknuin/asz)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here