Lima Golongan yang Akan Menjadi Penghuni Syurga dari Kitab Nashaihul Ibad

Ilustrasi: Lima Golongan yang Akan Menjadi Penghuni Syurga; dari Kitab Nashaihul Ibad. ( foto pixabay.com)

SIGIJATENG.ID – Kita semua ingin mendapat Ridho Allah dan masuk surge. Banyak ayat Al Quran dan juga Hadits nabi yang menjelaskan tentang Surga.

Syurga dijanjikan bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang- orang yang menjalankan perintah Allah dan berbuat kebaikan.

Bersumber dari Kitab Nashaihul Ibad; Sesungguhnya sayyidina Umar telah mengatakan sebuah hadits mauquf atau hadis marfu, kalau tidak ada seruan gaib, tentu aku persaksikan lima golongan ahli surga yaitu:

1. Orang fakir yang mempunyai banyak tanggungan keluarga.

Yaitu orang fakir yang mempunyai tanggung jawab nafkah bagi isteri anak dan orang tuanya, dan selalu menjalankan perintah Allah SWT

2. Perempuan yang suaminya ridha padanya

Yaitu seorang istri yang taat kepada Allah dan berbakti kepada suaminya, senantiasa menjalankan kewajibannya sebagai seorang isteri, dan suaminya ridha padanya.

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ (رواه أحمد)

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad)

3. Isteri yang menyedekahkan maskawinnya kepada suaminya untuk dipergunakan modal usaha untuk kemaslahatan keluarga.

4. Anak yang kedua ibu bapaknya ridha kepadanya

Yaitu anak yang Sholeh, anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya.

وعن ابن مسعود – رضي الله عنه – ، قال: سألت رَسُول اللهِ – صلى الله عليه وسلم – أيُّ الأعمل افضل قَالَ: الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا قلتُ: ثُمَّ أيٌّ؟ قَالَ: بِرُّ الوَالِدَيْنِ قلتُ: ثُمَّ أيٌّ؟ قَالَ: الجِهَادُ في سَبِيلِ اللهِ. ( متفقٌ عَلَيهِ.)

Dari Sahabat Abu Abdurrohaman bin Mas’ud ra ia berkata: “Aku pernah bertanya kepada Nabi Muhammad Saw, ‘Apakah amal yang paling utama?’, Beliau menjawab: (Sholat di Awal Waktu). Aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab: (Berbakti kepada kedua orang tua). Kemudian aku bertanya lagi, ‘Kemudian apa?’. Beliau menjawab: (Jihad di Jalan Alloh). (HR Muttafaqun ‘Alaih)

5. Orang yang bertobat

Yaitu orang yang menyadari akan kesalahannya, dan menyesal telah berbuat dosa dan kembali ke jalan Allah untuk Taubatan Nasuha.

Hal ini sesuai dengan hadits nabi Muhammad Saw.

كل بنى آدم خطّاء وخير الخطائين التوابون (رواه الإمام أحمد والترمذي)

Artinya: Setiap anak adam melakukan dosa, sedangkan sebaik- baiknya orang yang berdosa adalah mereka yang bertobat.

وروي أنه صلى الله عليه وسلم قال: الله أفرح بتوبة التائب من الظمان الوارد ومن العاقيم الوالد ومن الضال الواجد فمن تاب الى الله توبة نصوحا أنسى الله حافظيه وجوارحه وبقاع الأرض كلها خطاياه وذنوبه (رواه إبن عباس)

Artinya: “Allah lebih senang kepada orang yang bertobat daripada orang yang haus menemukan minum, orang yang mandul lalu punya anak, dan orang yang kesasar lalu menemukan jalan. Dan barang siapa yang bertobat kepada Allah dengan tobat yang baik, maka Allah membuat lupa dua malaikat yang mengawasi amal tersebut (Rakib dan Atid), seluruh anggota badannya, dan tempat dalam tanah ( kubur) terhadap kesalahan- kesalahan orang yang tobat dan dosa- dosanya.” (HR. Ibnu Abbas)

Malaikat Munkar – Nakir dan kubur tidak Akan menyiksa orang yang bertobat . Malaikat Rakib mencatatnya sebagai amal saleh. Malaikat Atid tidak akan mencatatnya sebagai amal jelek. Anggota badannya akan terpelihara dari perbuatan yang jelek sesudah Taubatan Nasuha. Wallohu A’lam Bissawaab. (aris)

Berita Terbaru:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here